Falsafah tersebut bermakna merantau untuk mencari rezeki dan kebaikan, kemudian kembali untuk membangun negeri.
Semangat itu menjadi pesan utama yang hendak dibawa dalam Silaturahmi Nasional dan Haul ke-312. Anak cucu La Patau Matanna Tikka yang tersebar di berbagai daerah diharapkan pulang membawa pengalaman, gagasan, jejaring, dan kontribusi nyata bagi tanah leluhur.
Selain menjadi momentum mengenang La Patau Matanna Tikka, kegiatan ini juga diarahkan untuk mempererat kembali ikatan sompunglolo di antara rumpun keluarga.
Panitia berharap seluruh anak cucu dan keluarga besar La Patau Matanna Tikka dapat hadir dalam perhelatan tersebut.
“Tabe’, narapi’ wettunna lisu ri lipu dimètta.” Saatnya pulang ke tanah leluhur. (Ddy/Ist)
















