Sebelum dilakukan integrasi, terdapat sekitar 358 aplikasi yang digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan pelayanan pemerintahan.
Banyaknya aplikasi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam membangun sistem pelayanan yang lebih sederhana, terintegrasi, dan mudah digunakan masyarakat.
Karena itu, Pemkot Makassar mendorong integrasi layanan digital agar masyarakat tidak harus berhadapan dengan berbagai platform yang terpisah ketika membutuhkan pelayanan pemerintah.
“Inilah yang kami maksud sebagai sebuah esensi yang insyaallah mewujudkan tujuan masyarakat, untuk memaksimalkan segala layanan publik karena ini menjadi sarana mendekatkan pemerintah, khususnya yang ada di Kota Makassar, kepada masyarakat,” jelasnya.
Appi juga menegaskan, digitalisasi pelayanan publik tidak berhenti pada pembangunan sistem dan aplikasi semata.
Yang lebih penting, kata dia, adalah memastikan teknologi tersebut memberikan manfaat nyata dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Karena itu, keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam proses sosialisasi berbagai program pemerintah.
Menurut Munafri, partisipasi warga, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), cukup tinggi dalam berbagai kegiatan penyuluhan dan sosialisasi program kerja pemerintah.
“Partisipasi masyarakat cukup tinggi. Banyak warga, khususnya pelaku UMKM, yang antusias dan hadir dalam kegiatan,” terangnya.
Munafri berharap masyarakat dapat memahami berbagai program yang dijalankan pemerintah sekaligus turut mengambil bagian dalam menyukseskannya.
“Kami juga mengajak warga untuk ikut serta menyukseskan program kerja ini agar dapat berjalan lancar,” ajaknya.
Munafri hadir bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem, Kepala Bidang Humas dan Informasi Komunikasi Publik (IKP) Abdullah, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Kota Makassar, Andi Ardhy Rahadian Sulham, serta Kepala Subbagian Protokol, Ari Pahlawan Sofyan.
Pada kesempatan ini, Appi menambahkan, secara umum pelaksanaan berbagai kegiatan sosialisasi berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Hal tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi yang terbangun antara pemerintah dan masyarakat.
“Semua kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan sukses berkat kerja sama yang baik dari masyarakat,” pungkasnya.
Diketahui, sejumlah pejabat negara yang hadir dan diganjar penghargaan tingkat nasional tersebut di antaranya Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari, serta Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) RI Aris Marsudiyanto.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria, serta Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (WamenPANRB) Purwadi Arianto.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















