Zainal memberikan penekanan khusus terkait urgensi memegang teguh prinsip hidup masyarakat Makassar, yaitu Sipakatau, Sipakainge, dan Sipakalebbi—sebuah nilai luhur yang mengajarkan prinsip saling menghormati, saling mengingatkan dalam kebaikan, serta saling memuliakan satu sama lain.
“Falsafah ini menjadi fondasi utama yang wajib kita rawat bersama. Ketika kita konsisten saling menghargai, mengingatkan, dan memuliakan, ikatan persaudaraan antarwarga tentu akan kian kokoh,” jelas putra Sulsel kelahiran Makassar ini.
Gubernur berharap keberadaan KKBM Paraikatte Kaltara tidak hanya menjadi wadah pemersatu intern warga Makassar, tetapi juga mampu bertindak sebagai jembatan komunikasi yang efektif antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah.
Selain itu, Zainal mengimbau seluruh elemen pengurus serta anggota KKBM untuk mengambil peran strategis dalam agenda pembangunan Kaltara sesuai kapasitas dan keahlian di bidangnya masing-masing.
Sebab baginya, keberhasilan pembangunan di wilayah Kalimantan Utara amat bergantung pada semangat kolaborasi seluruh komponen masyarakat tanpa memandang batasan suku, ras, agama, maupun golongan.
“Tanpa kebersamaan kita tidak akan menjadi kuat, dan tanpa persatuan kita mustahil menjadi hebat. Mari rapatkan barisan, jaga kerukunan, dan bahu-membahu membangun Kalimantan Utara,” pungkas Zainal mengakhiri sambutannya. (*)

















