Sebab rakyat tidak hidup dari nama menteri. Rakyat hidup dari harga beras, minyak goreng, listrik, BBM, biaya sekolah, ongkos angkutan dan isi dompet yang kadang menipis sebelum tanggal tua.
Maka jangan hanya ganti orangnya, ganti pula cara mengurus uang negara agar benar-benar terasa sampai ke warung, pasar dan rumah-rumah rakyat.
Sebab kursi Menteri Keuangan bukan kursi untuk mengejar gengsi. Ia adalah kursi tempat uang rakyat dihitung, dipertanggungjawabkan dan dikembalikan dalam bentuk kesejahteraan.
Setiap rupiah APBN berasal dari keringat rakyat. Karena itu, siapa pun yang duduk di kursi tersebut harus ingat: jabatan boleh diberikan Presiden, tetapi pertanggungjawabannya kelak bukan hanya kepada Presiden, melainkan kepada rakyat dan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Pergantian hari ini semestinya menjadi cermin bagi seluruh pejabat: jangan terlalu lama merasa memiliki kursi, sebab kursi pemerintahan tidak pernah benar-benar menjadi milik siapa pun. (sdn)
















