Dengan dukungan armada tersebut, distribusi air dilakukan secara berkelanjutan ke berbagai kawasan terdampak, termasuk permukiman yang mengalami keterbatasan sumber air bersih.
Setiap perjalanan armada menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan masyarakat dapat dilayani secara cepat, terukur, dan tepat sasaran.
“Capaian 310 titik distribusi menunjukkan penanganan kekeringan terus bergerak mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat di lapangan,” tuturnya.
Dia menambahkan, BPBD Makassar bersama unsur terkait melakukan pemantauan, koordinasi, serta penyesuaian pola pelayanan untuk memastikan distribusi air menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.
Penanganan juga dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan sejumlah unsur pemerintah dan mitra penanggulangan bencana, di antaranya Damkarmat, PDAM, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), PMI, serta unsur terkait lainnya.
“Kolaborasi ini, menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan distribusi air sekaligus mempercepat respons terhadap laporan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak,” terangnya.
Ia menilai bahwa, kondisi kekeringan, distribusi air bersih menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Menurutnya, warga yang terdampak, air yang tiba di titik distribusi bukan sekadar angka dalam laporan operasional, melainkan kebutuhan untuk memenuhi aktivitas sehari-hari dan menjaga keberlangsungan hidup keluarga.
“Kami BPBD Kota Makassar komitmen untuk terus hadir dan bergerak selama penanganan TDB Kekeringan berlangsung, dengan memperluas jangkauan pelayanan sesuai kebutuhan di lapangan,” tutupnya.(jk)
Editor: Syafruddin Menroja
















