Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak boleh hanya diukur dari aspek fisik dan pertumbuhan ekonomi semata. Penguatan karakter, moral, serta spiritualitas masyarakat juga merupakan pilar utama dalam membangun Kaltara.
“Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan seperti PGPI harus terus dipupuk. Kolaborasi ini sangat krusial untuk mendukung terwujudnya Kaltara yang maju, makmur, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Selain itu, Tomy mengimbau agar PGPI Kaltara konsisten mengambil peran aktif dalam merawat kerukunan, persatuan, dan kesatuan di tengah dinamika kehidupan bermasyarakat.
Ia pun mengajak seluruh peserta Rakerprov untuk memanfaatkan ruang diskusi ini dengan membangun komunikasi yang terbuka serta mengedepankan semangat kebersamaan, sehingga hasil keputusan yang dicapai dapat diimplementasikan dengan optimal.
“Semoga Rakerprov ini melahirkan gagasan dan keputusan konkret yang benar-benar dapat direalisasikan serta membawa keberkahan bagi gereja maupun masyarakat luas,” tuturnya menutup sambutan.
Acara pembukaan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Umum PGPI, Pdt. Dr. Drs. Jason Joram Balompueng, MBA, M.Th, Ketua PGPI Kaltara, Pdt. Andarias Pakiding, S.Th, serta Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Kaltara, H. Muhammad Saleh, S.Ag, M.Pd.I. (*)















