Home / Sulsel

Rabu, 30 Juni 2021 - 06:00 WIB

BKKBN Sulsel Peringkat II Nasional PK21

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Selatan meraih peringkat III Nasional Pendataan Keluarga 2021 (PK21) yang berlangsung 1 April s.d. 31 Mei 2021.dengan capaian 100%.

Enam kabupaten/kota yang tepat waktu menyelesaikan PK21 hingga batas 31 Mei 2021 terdiri atas Bantaeng, Pangkep, Barru, Parepare, Palopo
dan Takalar).

“Pendataan Keluarga 2021 yang dilaksanakan secara periodik setiap lima tahun. Pada tahun ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia mulai tanggal 1 April hingga 31 Mei 2021,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Dra.Hj.Andi Rita Mariani, M.Pd. kepada para wartawan di Kantor BKKBN Sulsel, Selasa (29/6/2021)..

Andi Rita mengatakan, PK 2021, selain menghasilkan data mikro keluarga Indonesia berupa data Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (Bangga Kencana), juga memuat data dan informasi terkait keluarga yang berisiko “stunting” (pertumbuhan tubuh manusia akibat kekurangan gizi kronis).

Baca Juga:  Munafri–Aliyah Kompak Dampingi KSP Tinjau Dapur MBG di Makassar

Ciri-ciri “stunting” ini di antaranya pertumbuhan anak melambat, wajah tampak lebih muda dari anak seusianya, pertumbuhan gigi terlambat, performa buruk pada kemampuan fokus dan memori belajar anak, pada usia 8-10 tahun anak menjadi lebih pendiam, tidak banyak melakukan kontak mata terhadap orang di sekitarnya.

Berdasarkan data hasil Riskesdas 2019 prevalensi stunting balita di Indonesia yaitu 27,67 %. Sedangkan target tahun 2024, pemerintah menurunkan angka Stunting menjadi 14%. Stunting atau sering disebut kerdil atau pendek adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan.

Dalam penanganan stunting, imbuh Andi Rita, keluarga merupakan komponen utama yang sangat berperan dalam pencegahan maupun penanggulangannya. Hal ini di karena masalah gizi , sangat erat kaitannya dengan ruang lingkup keluarga, yaitu praktik pengasuhan yang kurang baik, termasuk kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, serta setelah ibu melahirkan dan. “Juga masih kurangnya akses rumah tangga/keluarga untuk mengkonsumsi makanan bergizi,” kata Andi Rita.

Baca Juga:  Pastikan Keamanan Logistik dan Rapat Pleno Aman, Kapolres Wajo Tinjau PPK Kecamatan

PK 2021 akan mendata seluruh keluarga Indonesia yang jumlahnya 77,9 Juta KK, khusus Sulawesi Selatan menarget akan mendata sebanyak 2.184.575 KK tersebar pada 24 kabupaten kota Selama tahun 2021. “BKKBN Sulsel juga meraih penghargaan terbaik II sebagai Satuan Kerja (Satker) dengan Indeks Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Tahun Anggaran 2020 dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaraharaan (DHPB) Sulawesi Selatan untuk kategori pagu di atas Rp 100 miliar, dengan capaian 99,26%,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Dra. Hj Andi Ritamariani, M.Pd kepada para wartawan di Kantor BKKBN Sulsel, Selasa 29 Juni 2021.

Share :

Baca Juga

SOPPENG

PWI Sulsel Sinergi Bersama RRI, TVRI, dan ANTARA demi Dorong Pemberitaan Berkualitas

Sulsel

Tim Baksos IARMI Sulsel Bantu Sandang dan  Sembako Warga  RW 4 Kompleks Kusta Jongaya Makassar

Sulsel

Kemarau Panjang, Wali Kota Makassar Bersama Warga Salat Istisqa di Al-Markaz

Sulsel

Usaha Sambil Doa, Pemkot Makassar Kerahkan Tangki Air, Sumur Bor hingga Salat Istisqa Minta Hujan

Sulsel

Kemarau Panjang, Wali Kota Munafri Bersama Warga Salat Istisqa di Al-Markaz

Sulsel

Munafri Pacu Pemerataan Pembangunan di Pulau, Sekolah, Jalan, Dermaga hingga Transportasi Laut

Sulsel

Munafri Bawa Kepala OPD Menyeberang ke Pulau Sangkarrang, Janji Percepat Pembangunan di Pulau

Sulsel

Munafri Ingin Urban Farming Masjid Bin Baz Jadi Model Ketahanan Pangan Perkotaan