Home / Sulsel

Rabu, 29 Oktober 2025 - 16:37 WIB

Elegan dan Berbudaya, Sekwan DPRD Wajo Juara I Di Ajang Sengkang Silk Fashion Carnaval FDT 2025

MEDIASINERGI.CO WAJO — Langit sore di Lapangan Merdeka Sengkang berpendar keemasan ketika kain-kain sutera mulai berayun di atas panggung Festival Danau Tempe 2025. Suara musik tradisional berpadu dengan sorak penonton yang antusias menyaksikan barisan peserta Sengkang Silk Fashion Carnaval—ajang tahunan yang telah menjelma menjadi perayaan identitas kultural masyarakat Wajo.

Di antara sorot lampu dan tepuk tangan, sepasang figur melangkah anggun. Sekretaris Dewan DPRD Wajo, Andi Ismirar Sentosa, dan sang istri, Andi Irna Fasihi, tampil memukau dalam balutan busana hitam berpadu motif kotak-kotak khas sutera Sengkang. Tidak berlebihan bila malam itu, pandangan publik tertuju pada mereka—sebuah harmoni antara keanggunan, kepercayaan diri, dan kebanggaan terhadap warisan lokal.

Sorotan itu pun berbuah manis. Untuk kali kedua, Sekretariat DPRD Wajo menyabet Juara Pertama Sengkang Silk Fashion Carnaval tingkat Kepala OPD se-Kabupaten Wajo. Sebuah capaian yang bukan sekadar simbol kemenangan, tapi juga pernyataan cinta terhadap budaya yang telah menjadi napas masyarakat Tanah Sutera ini.

“Kami sangat bersyukur bisa mengulang prestasi yang sama seperti tahun sebelumnya,” ujar Ismirar usai menerima penghargaan, dengan senyum tenang di balik sorban hitam yang menambah karismanya. Ia baru sebulan dilantik menjadi Sekwan DPRD Wajo, namun sudah menorehkan catatan kecil yang hangat dalam memori masyarakat Wajo.

Bagi Ismirar, kemenangan itu bukan hanya tentang keindahan busana atau keanggunan langkah di atas panggung. Lebih dari itu, katanya, ini adalah cara lembut untuk menjaga dan memperkenalkan budaya sutera kepada generasi muda.

“Saya berharap Sengkang Silk Fashion Carnaval tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tapi juga ruang untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya kita,” tuturnya.

Ia menambahkan, keberhasilan ini terasa semakin istimewa karena staf Sekretariat DPRD Wajo juga meraih juara harapan tiga. Bagi Ismirar, kebersamaan dalam karya dan semangat kolektif jauh lebih berharga daripada trofi di tangan.

“Dengan cara yang kreatif dan relevan, kita bisa mengenalkan kekayaan budaya kepada generasi masa kini. Dengan begitu, kita membangun jembatan antara tradisi dan inovasi,” ucapnya, menatap para peserta yang masih sibuk berfoto di tepi panggung.

Sengkang malam itu tak hanya diselimuti cahaya lampu dan gemerincing kain sutera. Di balik hiruk pikuk festival, ada denyut kebanggaan yang merambat pelan di dada setiap warga Wajo. Mereka tahu, sutera bukan sekadar kain—ia adalah simbol ketekunan, warisan tangan-tangan halus pengrajin, dan kebanggaan yang menenun identitas mereka.

Dan dari atas panggung karnaval itu, Andi Ismirar Sentosa menegaskan satu hal sederhana: bahwa mencintai budaya sendiri adalah bentuk paling elegan dari kemajuan.(eddy)

Ditulis oleh Hamzah Sinergi

Wartawan resmi mediasinergi.co. Specialist konten berita, pendidikan, kesehatan, dan olahraga

Share :

Baca Juga

PINRANG

Pemerintah Kabupaten Pinrang Menyalurkan 700 unit Bantuan Pompa Kepada Petani

Sulsel

Jelang Musim Hujan, 150 Satgas PU Benahi Drainase Rawan Banjir Paccerakkang

Sulsel

Munafri Ajak REI Susun Rasio Pembangunan Hunian dan Infrastruktur Dasar, Agar Warga Tak Jauh Sekolah

ENREKANG

Karnaval Enrekang Curi perhatian di HUT Sulsel ke- 357

Sulsel

Peringati Hari Jadi Sulsel ke-357, Wabup Takalar Ikuti Jalan Sehat Anti Mager di Makassar

Sulsel

Bupati Takalar Perintahkan Pencairan 3 Bulan Gaji Aparat Desa dan BPD Segera Diproses

Sulsel

Panen Prestasi, Kabupaten Wajo Raih Juara II Kirab Swasembada Pangan Tingkat Provinsi

Sulsel

Prihatin Kabut Asap di Makassar, Munafri Instruksikan Dinas Bagi Masker Gratis ke Siswa dan Kelompok Rentan