Home / PINRANG / Sulsel

Rabu, 15 April 2026 - 14:56 WIB

1300 Hektar lahan Pertanian Di Pinrang Terdampak Serangan Hama Tikus Dan Penggerek Batang

Bupati Pinrang H. A. Irwan Hamid, S.Sos didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang, A. Sinapati Rudi meninjau langsung kondisi lahan pertanian di Kelurahan Sipatokkong, Kecamatan Watang Sawitto.

Bupati Pinrang H. A. Irwan Hamid, S.Sos didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang, A. Sinapati Rudi meninjau langsung kondisi lahan pertanian di Kelurahan Sipatokkong, Kecamatan Watang Sawitto.

MEDIASINERGI.CO

PINRANG – Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura mengungkapkan bahwa pada musim tanam kali ini, sekitar 1300 hektar lahan pertanian masyarakat di beberapa kecamatan yang terbagi dalam beberapa spot area terdampak serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) berupa hama tikus dan penggerek batang (kresek) yang berimbas pada penurunan kuantitas produksi petani.

Data ini merupakan hasil pengamatan dari Instalasi Pengamatan, Peramalan, dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (IP3OPT) Provinsi Sulawesi Selatan yang melakukan pengamatan dan pengumpulan data beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Pasca 4 Orang Positif Virus Corona di Wajo, 263 Orang di Rapid Test, 5 Diantaranya Reaktif

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang, A. Sinapati Rudi saat mendampingi Bupati Pinrang H. A. Irwan Hamid, S.Sos meninjau langsung kondisi lahan pertanian di Kelurahan Sipatokkong, Kecamatan Watang Sawitto, Rabu (15/4).

Dalam keterangannya, Sinapati Rudi menjelaskan bahwa salah satu penyebab terjadinya serangan hama adalah pergeseran jadwal tanam yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

Baca Juga:  Puluhan Karyawan Dua Perusahaan Aspirasi ke DPRD Wajo

Selain itu, pengendalian hama yang seharusnya dilakukan pada fase kritis juga mengalami keterlambatan karena bertepatan dengan bulan Ramadan, dimana sebagian petani masih fokus menjalankan ibadah sehingga menunda penyemprotan.

Lebih lanjut kadis menagatakan, penurunan kuantitas hasil produksi tidak terjadi secara merata pada areal persawahan masyarakat karena ada beberapa kecamatan yang mendapatkan kuantitas hasil produksi pertanian yang sama pada musim tanam lalu.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Puluhan Tahun Semrawut, Pasar Tumpah di Jalan Veteran Makassar Akhirnya Ditertibkan

Sulsel

TSN II SMADA Makassar Sukses Digelar, Munafri Sampaikan Apresiasi untuk Alumni

Sulsel

Dies Natalis ke-74 FH Unhas, Munafri: Kekuatan Jejaring Alumni Bangun Masa Depan Generasi

Sulsel

Munafri: Tudang Sipulung SMADA Jadi Wadah Lahirkan Gagasan untuk Bangun Kota Makassar

Sulsel

Lama Terkatung-katung, GMTD Resmi Serahkan PSU 7 Klaster di Tanjung Bunga ke Pemkot Makassar

Sulsel

Pengajian Rutin RS PKU Muhammadiyah Unismuh Makassar Bahas Keteladanan Ibadah Nabi Ibrahim

Sulsel

Di Hadapan Mahasiswa FH Unhas, Munafri: Entrepreneur dan Ilmu Hukum Jadi Kunci Kemajuan Makassar

Sulsel

Ray Suryadi Arsyad Serap Aspirasi Warga di Kecamatan Tallo dan Ujung Tanah