MEDIASINERGI.CO
SOPPENG – Meski Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman telah melakukan Groundbreaking atau pertanda dimulainya Paket IV dan V Preservasi Jalan Provinsi Multi Years Contract (MYC) di Kabupaten Bone, Soppeng, Wajo, Pangkep dan Barru minggu ketiga Januari 2026 lalu, namun hingga minggu pertama Mei 2026 belum ada sama sekali tanda-tanda dimulainya pekerjaan jalan di poros Takalala – Cabenge Soppeng.
Saat ini sejumlah ruas jalan provinsi sudah rusak parah diantaranya Lappariaja Bone – Takalala – Cabenge Soppeng, perbatasan Barru – Soppeng sampai Takalala serta Cabenge – Sengkang Wajo dan sejumlah ruas lainnya. Karena masuk paket Multiyear Contract TA 2025-2027 atau MYP 3,7, apabila nanti dikerja pada tahun 2027 maka pasti kerusakannya bertambah parah dan menambah lama masyarakat menikmati jalan jelek. Ataukah menunggu tambah banyak korban laka lantas baru mau memulai pekerjaan bahkan ada warga dengan nada kesal menyebut nanti dikerjakan saat menjelang Pilkada.
Hasil pemantauan dari Cabenge ke Takalala Kamis 07 Mei 2026, kondisi jalan provinsi tersebut sudah “bak” kubangan kerbau, lubang menganga dan genangan air dimana-mana. Ironisnya samasekali belum ada tanda-tanda dimulainya preservasi jalan serta tidakadanya perhatian dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel melakukan pemeliharaan rutin minimal penimbunan pasir dan batu (sirtu) agar kerusakannya tidak bertambah parah.
Seorang warga nampak berinisiatif melakukan penimbunan sirtu dengan menyiapkan kotak sumbangan di daerah Labessi. Disisi lain, sejumlah tokoh masyarakat dan pemakai jalan dengan kesal menyebut sepetinya Pemprov Sulsel “menganaktirikan” pekerjaan jalan Provinsi di Soppeng. Mereka sangat menyayangkan rendahnya perhatian Pemprov Sulsel menindak lanjuti keluhan bertubi-tubi masyarakat yang dikenal dengan lalu lintas harian rata-rata (LHR) tinggi termasuk pemakai jalan dari Wajo dan Luwu via Soppeng ke Makassar.
Seperti diberitakan sebelumnya, saat ground breaking gubernur Sulsel katakan, pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam menghadirkan infrastruktur berkualitas yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Khusus Paket V senilai Rp 383,5 milyar untuk penanganan 218,75 km gubernur berharap pengerjaannya berjalan tepat waktu, tepat mutu dan memberikan manfaat jangka panjang.
Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Sulawesi Selatan juga telah melakukan penandatanganan kontrak bersama kontraktor pelaksana pada 05 Desember 2025 untuk tiga paket preservasi jalan tahun jamak (Multiyear Contract) TA 2025-2027 yaitu Paket I, IV dan Paket V senilai Rp1,43 Trilyun. Untuk Paket IV Rp 615,6 milyar dan Paket V Rp 383,5 milyar atau total nilai Rp999,1 milyar berfokus wilayah tengah Sulsel Barru, Soppeng, Wajo, Bone dan Pangkep sepanjang 505,55 km. (mar)
















