Home / Sulsel

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:48 WIB

Munafri Siapkan Reward dan Punishment Pengelolaan Sampah, OPD Jadi Garda Terdepan

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mewajibkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Makassar untuk mulai melakukan pemilahan sampah dari sumbernya.

Pada jajaran SKPD akan membuat teba (lubang atau sumur resapan sampah organik) dan kompos di lingkungan kantor masing-masing atau lingkungan rumah.

Kebijakan tersebut menjadi langkah awal membangun budaya pengelolaan sampah yang dimulai dari lingkungan pemerintahan sebagai gerakan teladan bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Munafri saat membuka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 yang digelar di Makassar Creative Hub (MCH), Jalan Nusantara, Sabtu 6 Juni 2026.

Menurut Munafri, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga keberlanjutan bumi.

“Tema Hari Lingkungan Hidup tahun ini adalah ‘Saatnya Bekerja Demi Masa Depan Bumi yang Lebih Berkelanjutan’. Ini merupakan panggilan bagi seluruh pihak untuk mengambil tindakan nyata dalam menghadapi krisis lingkungan yang kita hadapi saat ini,” ujarnya.

Munafri menjelaskan, dunia saat ini tengah menghadapi triple planetary crisis atau tiga krisis besar yang saling berkaitan, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi lingkungan.

Dia menilai dampak dari ketiga krisis tersebut mulai dirasakan di Kota Makassar, terutama karena posisi geografis kota yang berada di kawasan pesisir.

Lanjut Appi, jika melihat kondisi Kota Makassar saat ini, hampir seluruh aspek lingkungan mulai tergerus, apalagi berada di wilayah pantai yang rentan terhadap kenaikan permukaan air laut.

Baca Juga:  Reses di Makkio Baji, Supratman Ingin Proyek PSEL Tetap di Manggala

“Jika tidak mampu mengendalikan lingkungan dengan baik, persoalan ini akan menjadi masalah tahunan yang terus berulang,” katanya.

Karena itu, politisi Golkar itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai mengambil peran dalam menjaga lingkungan dengan memulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menegaskan, menjaga kebersihan tidak cukup hanya sebatas slogan atau kampanye, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Stop bicara kebersihan kalau masih membuang sampah sembarangan. Stop bicara lingkungan kalau masih menggunakan plastik sekali pakai secara berlebihan,” tuturnya.

“Dan stop bicara lingkungan kalau kita belum mampu memilah sampah dari rumah kita sendiri,” sambung mantan CEO PSM itu.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri mengungkapkan produksi sampah di Kota Makassar saat ini mencapai sekitar 1.036 ton per hari.

Sementara kapasitas pengangkutan sampah yang dimiliki pemerintah baru mampu menjangkau sekitar 67 persen dari total timbulan sampah tersebut.

Kondisi itu menjadi tantangan besar yang tidak mungkin diselesaikan pemerintah sendirian tanpa dukungan seluruh pemangku kepentingan.

“Masih banyak sampah yang belum tertangani. Karena itu kita membangun kolaborasi lintas sektor dan lintas perangkat daerah agar tercipta ekosistem yang mampu menyelesaikan persoalan sampah secara menyeluruh,” jelasnya.

Appi juga mencontohkan, upaya pemilahan sampah yang telah dilakukan sejumlah komunitas hingga tingkat RT harus dibarengi dengan sistem pengangkutan yang sesuai agar sampah yang sudah dipilah tidak kembali tercampur saat diangkut.

Baca Juga:  Pelajar Pinrang Pecahkan Rekor MURI, Penari Tari Padduppa Menggunakan Kostum Bajo Bodo

Munafri juga menegaskan, kampanye pengelolaan sampah harus dilakukan secara terus-menerus dan menjadi gerakan harian yang konsisten.

“Kampanye ini tidak boleh berhenti. Masyarakat harus memahami bahwa apa yang kita lakukan hari ini bukan hanya untuk kepentingan saat ini, tetapi untuk masa depan,” imbuh Munafri.

Sebagai bentuk komitmen, Pemkot Makassar juga akan menerapkan sistem penghargaan dan sanksi (reward and punishment) dalam berbagai kegiatan dan event yang digelar di Kota Makassar.

Setiap penyelenggara kegiatan akan didorong untuk menerapkan pengelolaan sampah yang baik dan tidak meninggalkan sampah setelah acara berakhir.

“Jika dilakukan secara bersamaan, tentu akan menghasilkan lautan sampah plastik. Ini yang harus kita ubah,” bebernya.

Selain pemilahan sampah, Munafri juga mendorong pengembangan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan sampah organik menjadi kompos dan hasil pengolahan lainnya yang bernilai ekonomi.

Ia menjelaskan, program teba yang mulai dijalankan di berbagai wilayah diharapkan mampu menghasilkan kompos yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan urban farming.

Hasil urban farming tersebut selanjutnya dapat dipasarkan melalui berbagai saluran, seperti pasar tani, program Makan Bergizi Gratis (MBG), maupun kelompok-kelompok masyarakat dan komunitas lokal.

“Ini harus menjadi siklus yang tidak boleh berhenti. Sampah organik yang dikelola dengan baik akan kembali menjadi sumber manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Wali Kota Munafri Tekankan Adab dan Etika Siswa Lewat Kurikulum Berbasis Kearifan Lokal

Sulsel

HLH 2026, Pemkot Makassar Turun ke Jalan Pungut dan Pilah Sampah

Sulsel

Di Forum RUU Pangan, Munafri Tawarkan Solusi Smart Green house ke DPR RI

Sulsel

Pengelolaan Keuangan Daerah yang Profesional dan Sesuai Aturan, Pemkab Takalar Pertahankan WTP dari BPK RI

Sulsel

DPRD Wajo Fasilitasi Aspirasi Warga, PLN Beri Solusi Pemindahan Tiang Listrik di Area Masjid

Sulsel

Demi Stadion Untia, Pemkot dan PIP Makassar Sepakati Hibah Aset Strategis

Sulsel

Demi Stadion Untia, Pemkot dan PIP Makassar Sepakati Hibah Aset Strategis

Sulsel

Agenda Monitoring, Bupati Takalar Tinjau Lokasi Pembangunan Kantor Kecamatan Laikang