MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Arifuddin mengajak kalangan dunia usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulawesi Selatan untuk berperan aktif mendukung gerakan pemilahan sampah dan penguatan program lingkungan hidup di Kota Makassar.
Ajakan tersebut disampaikan Munafri saat menerima audiensi pengurus APINDO Sulsel di Balai Kota Makassar, Kamis 11 Juni 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Munafri menegaskan persoalan sampah dan lingkungan hidup tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah.
“Ini dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk dunia usaha, untuk membangun budaya pengelolaan sampah yang dimulai dari sumbernya,” ujar Munafri.
Menurutnya, Pemerintah Kota Makassar saat ini terus mendorong berbagai program pemberdayaan lingkungan, seperti urban farming, komposter, Teba Modern, hingga penguatan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).
“Kalau kita bisa berkolaborasi dengan dunia usaha, dampaknya akan jauh lebih besar,” tuturnya.
“Kita ingin membangun kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah, kemudian diperkuat di lingkungan sekolah dan kawasan permukiman,” sambung Munafri.
Ia menjelaskan, salah satu bentuk dukungan yang dapat dilakukan APINDO adalah membantu menyediakan fasilitas penampungan sampah plastik di sekolah-sekolah maupun lingkungan masyarakat.
Menurutnya, program tersebut sangat memungkinkan untuk diterapkan di sekitar 300 Sekolah Dasar (SD) dan 50 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Kota Makassar.
Sampah plastik yang telah dipilah, seperti botol plastik dan kemasan lainnya, dapat dikumpulkan di titik-titik tertentu sebelum selanjutnya dikelola melalui sistem pengolahan sampah yang telah disiapkan pemerintah.
“Kita bisa siapkan tempat-tempat penampungan sampah plastik di lingkungan sekolah. Anak-anak kita ajarkan sejak dini untuk memilah sampah. Ini menjadi investasi budaya yang sangat penting untuk masa depan kota,” katanya.
















