MEDIASINERGI.CO WAJO – Puncak peringatan Hari Jadi Wajo (HJW) yang ke 620 yang dig di lelar Pemkab Wajo di lapangan Merdeka Sengkang, Jumat, 29 Maret 2019 berlangsung meriah.
Pada kesempatan itu juga dirangkaian dengan penandatanganan MoU diantaranya MoU dengan Pihak Fluidtech dari Jerman dengan menghadirkan air bersih, MoU dengan Universitas Puangrimaggalatung tentang pertaniannya. MoU dengan Institut Agama Islam terkait setiap desa ada tokoh agama terdidik, dan MoU dengan UGM terkait dengan Peternakan. penandatanganan MoU tersebut disaksikan langsung Gubernur Sulsel H. Nurdin Abdullah.
Selain itu, HJW tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan Alokasi APBD Provinsi Sulsel Rp35 Milyar 400 Juta kepada pemkab Wajo yang diserahkan langsung oleh Gubernur kepada Bupati Wajo. Alokasi APBD Pemprov Sulsel yang diserahkan kepada Pemkab Wajo tersebut untuk pembangunan Jembatan S. Ajuraja, Ruas Jalan Solo – Peneki – Kulampu, Ruas Dping Atapange dan Kajian Amdal Bulu – Cepu. Kemudian penyerahan CSR dari Bank Sulsel berupa bantuan Mobil Ambulance kepada PMI serta penyerahan Jaminan BPJS Ketenagakerjaan.

Buati Wajo H. Amran Mahmud dalam sambutannya mengatakan, kepemimpinannya sebagai Bupati bersama Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE mempertegas tekad dan keinginannya, untuk menjalankan amanah yang diberikan oleh masyarakat Wajo dengan sungguh-sungguh sampai dengan tahun 2024.
Visi Misi Pemerintahannya yang tertuang dalam Sulapa Eppa agenda Prioritas pembangunan daerah, kata Amran Mahmud menunjukkan bahwa, Sulapa Eppa menyatakan akan menggerakkan produktivitas sektor unggulan daerah, salah-satunya pengembangan sektor wisata andalan yang hendak diwujudkan di kawasan wisata terpadu Danau Tempe dan diharapkan mampu menarik kunjungan Wisatawan lokal maupun Mancanegara.
Disamping sektor Pariwisata, lanjutnya, juga mendorong terbentuknya lapangan kerja program pro Rakyat, yang sudah direncanakan beberapa tahun yang lalu di antaranya pembangunan Kawasan Pertanian Terpadu. Juga pembentukan Wirausaha muda dan dari aspek mental juga sedang berusaha membina pengembangan Tahfidzul Qur’an yang dirangkul dalam Gerakan Masjid Cantik atau Gemantik.


















