Home / Sulsel

Kamis, 30 April 2026 - 08:55 WIB

Siapkan Solusi Jangka Pendek dan Panjang, PDAM Makassar Atasi Krisis Air di Musim Kemarau

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin terus menunjukkan keseriusan dalam menuntaskan persoalan krisis air bersih yang selama ini menjadi keluhan warga, khususnya di kawasan utara kota.

Melalui jajaran direksi baru Perumda Air Minum Kota Makassar, langkah-langkah strategis kini mulai digerakkan secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Atas arahan langsung Wali Kota, Plt Direktur Utama Andi Syahrum Makkuradde bersama jajaran direksi baru hadir menjawab persoalan mendasar yang selama ini kerap menghantui masyarakat setiap tahunnya, terutama saat memasuki musim kemarau.

Wilayah seperti Kecamatan Tallo dan Kecamatan Ujung Tanah menjadi fokus utama penanganan, mengingat kawasan tersebut paling terdampak akibat menurunnya debit air dan belum optimalnya distribusi.

“Kami sudah melakukan pemetaan dan solusi merespons langsung persoalan krisis air bersih yang dikeluhkan warga di wilayah utara kota,” kata Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, di Kantor PDAM Makassar, Rabu 29 April 2026.

Sebagai solusi konkret, Direksi PDAM Bersama Komisi B DPRD Makassar, turun langsung meninjau sejumlah titik infrastruktur distribusi air, termasuk connecting valve (pipa koneksi) di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Pongtiku, sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan.

Dalam peninjauan tersebut, Andi Syahrum menjelaskan selain melihat kondisi teknis di lapangan, pihaknya juga menerima berbagai masukan dari DPRD terkait persoalan distribusi air yang belum optimal, khususnya di kawasan utara.

Baca Juga:  Danny Pomanto Terharu Semua Kalangan Datang Bersilaturahmi Idul Fitri di Kediamannya

Ia menyebutkan, salah satu fokus utama saat ini adalah mengidentifikasi penyebab utama menurunnya debit air yang berdampak pada terganggunya layanan kepada masyarakat.

“Dari hasil peninjauan bersama Komisi B DPRD Makassar, kami mendapatkan sejumlah masukan penting. Salah satunya terkait penurunan debit air yang mengalir ke wilayah utara,” tuturnya.

“Ini yang sementara kami dalami bersama, termasuk akan memanggil pihak ketiga yang selama ini terlibat dalam pengelolaan air baku,” sambung mantan Camat Biringkanaya itu.

Tak sekadar merespons keluhan, pemerintah kota lewat PDAM kini mendorong percepatan solusi konkret di lapangan, mulai dari pembenahan jaringan distribusi, optimalisasi sumber air baku, hingga evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan yang selama ini berjalan.

Upaya ini juga diperluas ke sejumlah kecamatan lain di Makassar yang mengalami persoalan serupa, sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan air bersih yang merata dan berkeadilan.

Kehadiran direksi baru PDAM menjadi momentum pembenahan besar, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga tata kelola dan orientasi pelayanan.

Pihak PDAM menegaskan krisis air bersih bukan lagi persoalan rutin tahunan yang dibiarkan berulang, melainkan harus ditangani dengan pendekatan sistemik, kolaboratif, dan solusi nyata.

Dengan sinergi antara pemerintah, DPRD, serta dukungan berbagai pihak terkait, langkah ini diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata, bahwa akses air bersih bukan sekadar layanan, melainkan kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi bagi seluruh warga Kota Makassar, tanpa terkecuali.

Baca Juga:  Pemkot Makassar Melepas 100 Orang Tim Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban 1445 H

Dengan demikian, Andi Syahrum menambahkan, dalam waktu dekat Komisi B DPRD Makassar akan mengundang pihak ketiga guna meminta penjelasan secara komprehensif terkait penyebab berkurangnya debit air, sekaligus merumuskan solusi konkret yang dapat segera diterapkan.

Menurutnya, fokus penanganan saat ini diarahkan pada percepatan perbaikan distribusi air di wilayah utara sebagai bentuk komitmen menghadirkan layanan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Langkah ini merupakan komitmen kami untuk memastikan solusi nyata bagi warga, khususnya di kawasan utara yang selama ini terdampak,” tegasnya.

Andi Syahrum juga mengakui sebagai direksi baru, pihaknya memiliki target untuk menyeimbangkan antara peningkatan pelayanan dan orientasi pendapatan perusahaan.

Di satu sisi, PDAM dituntut menambah jumlah pelanggan, namun di sisi lain kualitas layanan harus tetap menjadi prioritas utama.

Ia mencontohkan, adanya pertumbuhan kawasan permukiman baru seperti di wilayah Center Point of Indonesia (CPI) yang turut mendorong kebutuhan penambahan debit air agar mampu melayani pelanggan baru secara optimal.

“Karena itu, kami juga membahas langkah-langkah teknis untuk menambah suplai air agar pelayanan tetap maksimal,” jelasnya.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Tinjau Urban Farming di Tamalate – Wajo, Munafri Targetkan Kemandirian Pangan Bagi Warga

Sulsel

Dua Rumah dan Toko Sutera Terbakar di Tanasitolo, Api Diduga Berasal dari Belakang Rumah

PWI

Sudirman Minta Kominfo Agar Wartawan Peliput Gubernur Diikutkan UKW

HALO POLISI

Kapolda Sulsel Terima Penghargaan IKPA TA 2025 Peringkat I dari Kapolri

Sulsel

Wabup H Hengky Yasin Resmi Buka Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Takalar

Sulsel

Makassar Tuan Rumah, Wali Kota Munafri Terima Panitia MTQ KORPRI 2026

Sulsel

Sinergi ATR/BPN, dan KPK, Bupati Takalar Hadiri Rakor Perkuat Reformasi Pertanahan

PWI

Gubernur: Calon Ketua PWI Harus Tak Terikat Partai Politik