Home / Sulsel

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Anggota DPR RI: Program Pemilahan Sampah Makassar Langkah Strategis Menuju Ekonomi Sirkular

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Andi Muzakkir Aqil, menyatakan dukungan penuh terhadap program pemilahan sampah yang dijalankan Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

“Saya mendukung penuh program pemilahan sampah yang dijalankan Pemerintah Kota Makassar. Ini perlu dukungan masyarakat,” ujar Andi Muzakkir, Selasa 4 Agustus 2026.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan, sekaligus mampu menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Sebagai anggota Komisi XII DPR RI yang membidangi energi, sumber daya mineral, lingkungan hidup, dan investasi, Andi Muzakkir menilai persoalan sampah tidak lagi dapat dipandang sebatas urusan kebersihan kota.

Pengelolaan sampah harus ditempatkan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi hijau yang mampu mendorong terciptanya industri baru berbasis ekonomi sirkular.

Menurutnya, kebijakan Pemerintah Kota Makassar yang mewajibkan masyarakat memilah sampah organik, anorganik, dan residu sejak dari rumah merupakan langkah yang sejalan dengan arah pembangunan nasional di bidang lingkungan hidup.

“Persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama, sehingga keberhasilannya membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat, dimulai dari kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pemilahan sampah sejak dari sumber merupakan fondasi utama dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif.

Dengan pemilahan tersebut, setiap jenis sampah dapat dikelola sesuai karakteristiknya sehingga tidak seluruhnya berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Menurut Andi Muzakkir, sampah organik dapat diolah menjadi kompos, pakan ternak, maupun bahan baku untuk budidaya maggot dan berbagai produk ramah lingkungan lainnya.

Sementara sampah anorganik seperti plastik, kertas, kardus, logam, dan kaca masih memiliki nilai ekonomi tinggi karena dapat didaur ulang menjadi bahan baku industri.

Adapun sampah residu yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali, lanjutnya, diharapkan ke depan dapat diolah menjadi bahan baku industri energi melalui teknologi yang ramah lingkungan.

“Paradigma pengelolaan sampah harus bergeser dari pola kumpul-angkut-buang menjadi kumpul-pilah-olah-manfaatkan,” katanya.

Ditulis oleh Hamzah Sinergi

Wartawan resmi mediasinergi.co. Specialist konten berita, pendidikan, kesehatan, dan olahraga

Share :

Baca Juga

Sulsel

Di Forum PBB, Wali Kota Munafri Perkenalkan Inovasi Hijau Makassar untuk Atasi Banjir

Sulsel

Solusi Jangka Panjang, PDAM Makassar Usulkan Bendung Karet di Sungai Tallo untuk Air Baku

PINRANG

Tim Satgas Migas TPID Kabupaten Pinrang bersama unsur Forkopimca Sidak SPBU Massila

PINRANG

UPT SDN13 Pinrang Menjuarai Festival Tunas Bahasa Ibu

Sulsel

Wali Kota Appi Paparkan APBD-P Makassar, Proyek Strategis Disiapkan Mulai Awal 2027

Sulsel

6.000 Liter Air Bersih Disalurkan Polres Wajo untuk Warga Kampung Baru Desa Nepo

PINRANG

Lagi, UPT SDN 240 Juara Menulis Cerpen di Festival Tunas Bahasa Ibu

Sulsel

JSI Baca Perpindahan Appi ke Demokrat: Bukan Sekadar Ganti Jaket, Peta Politik Sulsel Bisa Bergeser