Senada, Wakil Bupati Wajo Amran SE, berharap kehadiran Konsulat Jepang yang membuka peluang kerjasama untuk bermitra membangun persuteraan di Wajo bisa menjadi solusi dari akar permasalahan ini.
“Mudah-mudahan dengan Masaki Tani di Wajo, akan ada kesepakatan untuk mendapatkan titik temu terhadap apa yang menjadi persoalan persuteraan kita selama ini,” harapnya.
Sementara Masaki Tani mengaku sudah 20 tahun bekerjasama dengan perusahaan sultansif dan sudah memahami betul bagaimana mengembangkan persuteraan mulai dari pembibitan telur, penanaman murbai dan lainnya.
“Untuk menghasilkan telur perlu usaha yang tepat sesuai dengan kondisi cuaca. Sekarang kami sudah bisa mengembangkan telur di daerah teopis meski hasilnya lebih kecil. Karena kokon besar biasanya dihasilkan di daerah beriklim dingin,” jelasnya.
Tapi hal yang paling penting bagi kita bagaimana memelihara ulat menjadi kokong, dan ini memang perlu penanganan tepat. Apa yang paling penting bagi kita bagaimana memelihara ulat menjadi kokong,” terang Masaki Tani.(Advertorial)
















