Gol tersebut membuat Bhayangkara meningkatkan intensitas serangan. Menit 35, Muhammad Hargianto hampir saja merubah skor. Akan tetapi, tendangan voli dari dalam kotak penalti yang dilepaskannya mengarah ke atas mistar gawang Juku Eja.
Pada 10 menit jelang turun minum, tensi pertandingan meningkat. Tempo cepat dan permainan keras diperlihatkan oleh kedua tim. Namun, hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhir babak pertama. PSM berhasil unggul 1-0 atas Bhayangkara.
Selepas turun minum, PSM yang masih butuh tambahan gol langsung tampil agresif dalam membangun serangan. Babak kedua belum genap satu menit, PSM mendapatkan peluang lewat sundulan Eero Markkanen. Sayang, upayanya masih belum tepat sasaran.
Usaha PSM mencari gol tambahan akhirnya terwujud. Menit 55, Rizky Pellu berhasil menggetarkan jala gawang Bhayangkara melalui tendangan kerasnya.
Berbalik unggul secara agregat, PSM lebih nyaman dalam mengatur ritme permainan. Menit 60, Pluim hampir saja mencatatkan namanya di papan skor. Akan tetapi, tembakan jarak jauhnya masih mengarah ke pelukan penjaga gawang Bhayangkara.
The Guardian tak tinggal diam, berbagai usaha mereka lakukan untuk mencari gol. Menit 64, Reksa Maulana coba lepaskan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti. Akan tetapi, sepakan kerasnya masih melambung diatas mistar gawang PSM.
Dalam sisa waktu yang ada, Bhayangkara terus melancarkan serangan secara sporadis. Namun, berbagai upaya yang dibangun masih bisa dikandaskan oleh barisan pertahanan PSM.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, PSM berhasil mempertahankan skor 2-0. Atas hasil ini, PSM sukses menginjakkan kaki di babak semifinal setelah unggul agresivitas gol tandang.(Sumber viva.co.id)
















