Home / Nasional

Kamis, 12 September 2019 - 19:07 WIB

Teori Habibie Jadi Kunci Pengembangan Pesawat Modern

INT

INT

MEDIASINERGI.CO JAKARTA – Hari ini traveler bisa keliling dunia naik pesawat berbadan lebar. Pesawat macam itu tidak bisa dibikin tanpa teori ciptaan BJ Habibie.

Mendiang Presiden RI BJ Habibie terkenal dengan jasanya menemukan Teori Crack Progression hingga mendapat julukan Mr Crack. Ternyata, teorinya menjadi jawaban inovasi pesawat masa kini.

Dihimpun dari berbagai sumber, seperti yang dilansir oleh detik.com Kamis, 12 September 2019, Teori crack progression atau keretakan pesawat merupakan cara yang digunakan untuk mengantisipasi struktur badan pesawat agar lebih kuat. Teori itu ditemukan Presiden ke-3 RI tersebut pada dekade 1960-an.

Baca Juga:  Jumlah Pengungsi Banjir Bandang Sentani Capai 11.156 Orang

Pemikiran Habibie ini menjadi jawaban dari teka-teki aviasi selama 40 tahun untuk adanya penerbangan komersial. Teori ini dapat mengkalkulasi keretakan pesawat, untuk mendeteksi rambatan kerusakan kontruksi agar pesawat tidak mudah jatuh dan aman untuk digunakan secara komersil.

Baca Juga:  New Normal, Secara Bertahap Rumah Ibadah Akan di Buka

Dengan hitungan yang terinci dan detail, BJ Habibie berhasil membantu industri untuk membuat armada pesawat yang aman. Produsen pesawat Airbus bahkan menerapkan teori Habibie untuk pesawat komersilnya mulai dari tipe A300, yang diproduksi sejak tahun 1972-2006.

Share :

Baca Juga

Nasional

Panitia HPN 2026 Sampaikan Terima Kasih kepada Seluruh Mitra PWI

Nasional

Biar Tak Tertipu Loker Palsu, Lowongan Kerja Kini Terkumpul di Karirhub

Nasional

Wabup Soppeng: RUU Pemerintahan Daerah Harus Memperkuat Otoda

Nasional

Pemerintah Tetapkan WFA bagi Pekerja/Buruh Jelang dan Pasca Idulfitri 2026

Nasional

Menaker: Kecelakaan Kerja Bisa Dicegah Jika Keselamatan Jadi Budaya

Nasional

Menkomdigi Soroti Etika Pers di Era AI, Pembukaan Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026

Nasional

Perubahan AD ART PWI Perkuat Kelembagaan Organisasi

Nasional

Wagub Banten: Pers Jangan Dimusuhi Tapi Harus Dirangkul sebagai Agen Perubahan