Wartawan kelahiran Sipirok, Sumatera Utara, 60 tahun lalu itu juga merupakan doktor pertama bidang ilmu komunikasi di Indonesia yang mendalami permasalahan kantor berita. Dia menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Universitas Indonesia tahun 2007 saat menjabat Direktur SDM dan Umum Perum LKBN Antara.

Rajab Ritonga yang juga lulusan Lemhannas RI (PPSA-18) tahun 2012 itu memulai karir kewartawanannya di Kantor Berita Antara setelah lulus dari Departemen Komunikasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tahun 1986. Sebelumnya dia menjadi wartawan Suratkabar Kedaulatan Rakyat Yogyakarta tahun 1985.
Semasa aktif menjadi wartawan lapangan, Rajab Ritonga antara lain ditempatkan pada pos-pos liputan olahraga, Hankam/ABRI, politik, dan istana kepresidenan pada masa Presiden Soeharto, BJ Habibie, dan Abdurrahman Wahid.
Dia juga pernah menjadi Kepala Biro LKBN Antara Propinsi Riau di Pekanbaru.
Dengan pengangkatan sebagai guru besar, Rajab Ritonga memperkuat sumber daya wartawan Indonesia ke jenjang jabatan akademik tertinggi. Saat ini tercatat tiga mantan wartawan bergelar profesor yakni Prof. Dr. Burhan Magenda, Prof. Dr. Zulhasril Nasir, keduanya dosen FISIP UI, dan Prof. Dr. Salim Said dari Universitas Pertahanan Indonesia.
Upacara pengukuhan sebagai guru besar ilmu komunikasi, menurut Rajab akan dilaksanakan dalam waktu dekat. “Paling lambat akhir tahun ini,” ujar Rajab Ritonga yang juga Wakil Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) itu.(Rls)
Editor : Muh. Hamzah
















