Menteri pertahanan menjadi lembaga yang mengoperasi kan museum yang terletak di titik tertinggi Makkah tersebut. Museum itu dirancang membawa para pengunjung dalam tur keliling alam semesta. Dengan begitu, pengunjung tahu bagaimana seseorang mengukur waktu di masa lalu hanya menggunakan matahari, bulan, dan galaksi.
Menara jam raksasa di Makkah, Arab Saudi Pengunjung dapat mengetahui metode orang-orang di zaman kuno yang digunakan untuk mengukur waktu melalui penggunaan dua jam alam semesta, yakni matahari dan bulan. Pengunjung juga dapat melihat jam terbesar di dunia yang dianggap sebagai keajaiban dalam pembuatan arloji.
Pada lantai pertama, museum berisi jam Makkah yang dirancang dan diproduksi bersama sejumlah perusahaan arloji internasional. Mereka membuat berbagai komponen jam, kemudian menjadikannya jam paling akurat di dunia.

Tempat yang Paling Dicari Jamaah di Masjid Al Haram untuk pengukuran waktu yang menjelaskan kepada pengunjung bagaimana manusia di masa lalu sangat ingin mengetahui waktu. Manusia telah menemukan banyak alat dan sistem untuk pengukuran waktu selama berabad-abad, termasuk jam air dan pasir, penduan dan arloji saku. Manusia di zaman dahulu cermat mengikuti orbit matahari dan bulan untuk menentukan tanggal, arah kiblat, dan waktu shalat.
Dilantai tiga museum, pengunjung dapat menikmati suguhan matahari, bulan, dan bumi. Para pengunjung dapat melihat bagaimana manusia di masa lalu mengandalkan benda langit untuk mengatur kehidupan dan aktivitasnya. Pengunjung juga dapat belajar bagaimana gerhana dan fenomena matahari lainnya terjadi di alam semesta.
Dilantai empat, para pengunjung akan memiliki kesempatan memahami ruang dan bintang-bintang, dan bagaimana manusia menggunakannya untuk menentukan arah. Terakhir, balkon menara jam akan memberikan pengunjung pemandangan panorama kompleks Masjid al-Haram yang luas, dan sekitarnya.(berbagai sumber)












