Home / Sulbar

Jumat, 6 Maret 2020 - 09:10 WIB

DPRD Mamuju Bersama Sejumlah Dokter Membahas Issu Virus Corona

MEDIASINERGI.CO MAMUJU — Ketua DPRD bersama Komisi III dan sejumlah Dokter dan tenaga kesehatan membahas issu Virus Corona, diruang Rapat Komisi III DPRD Mamuju Kamis, 5 Maret 2020.

Menyikapi Issu penyebaran virus corona yang sangat meresahkan masyarakat, Ketua DPRD Bersama Komisi III dan dinas terkait mebahas pentingnya mengantisipasi penyebaran dan masuknya wabah Virus Corona ( Covid- 19) yang lagi senter di mediakan di seluruh Dunia.

Ketua DPRD Azwar Anshari Habsi dan Ketua Komisi III Masram Jaya dan anggota Komisi III lainnya yang hadir meminta agar instansi teknis segera membuat surat edaran yang isinya memuat himbauan agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus covid-19 (corona) namun ia berharap edaran yang akan di publis kemasyarakat tidak justru membuat masyarakat menjadi panik.

Baca Juga:  Pemda Wajo Akan Menanggung Biaya Pasien Virus Corona

Azwar menitik beratkan isi edaran lebih ditekankan pada cara mencegah serangan virus corona, sehingga masyarakat dapat terhindar dari penyakit menular yang gejalanya sangat mirip dengan flu biasa tersebut. sementara untuk langkah represif ia berpesan pemerintah daerah tidak boleh gegabah yang justru dapat memicu keresahan dan merugikan berbagai pihak.
“Tetap waspada Dan tetap jaga Kesehatan dengan baik dan atur pola hidup sehat,” ujarnya.

Secara medis dr. Jumakil Syam menjelaskan virus corona sangat mirip dengan flu biasa hanya yang membedakan virus covid-19 ini lebih cepat penularannya.

Baca Juga:  Tiba di Majene, Bupati Wajo Serahkan Satu Truk Bantuan untuk Korban Gempa

Terkait dengan kebenaran apakah visualisasi penderita corona sedramatis yang banyak tersebar di sosial media yang menggambarkan banyaknya orang terserang langsung mati mendadak, ia menjelaskan kondisi tersebut tidak benar karena serangan virus corona sebagaimana virus lain pada umumnya memiliki masa inkubasi hingga 14 hari sejak terdampak, sehingga masih sangat besar kemungkinan penderita dapat disembuhkan.

Jumakil Syam mengatakan kemungkinan orang yang terlihat di beberapa sosial media yang langsung tumbang ditengah aktifitasnya adalah orang yang sudah terjangkit namun tetap membiarkan dirinya melakukan aktifitas tanpa ada tindakan medis dan akhirnya terserang dampak yang vital seperti sesak nafas sehingga tidak dapat tertolong.

Share :

Baca Juga

Sulbar

Orang Tua Murid Usulkan SDN 060 Pekkabata Polman Bebas Asap Rokok

Sulbar

Sukseskan Program 1 Juta Polybag, Fatmawati Rusdi Gelar Rapat Koordinasi

Sulbar

Komisi D DPRD Makassar, Gelar RDP dengan Disdik Makassar dan Baznas

Sulbar

Pengukuhan dan Pelantikan KPIG Sulbar

Sulbar

Gelar Porseni, SMAN 13 Makassar Laksanakan Berbagai Lomba dan Penanaman Pohon

Sulbar

Jadi Ketum DMI Wajo Masa Bakti 2022-2027, Aman Mahmud: Makmurkan Masjid Butuh Inovasi

Sulbar

Target Juara, Wali Kota Danny Lepas 54 Kafilah Makassar MTQ XXXII Ke Bone

Sulbar

Segera Rampung, Bupati Wajo Harap Hasil Kerja TMMD Tunjang Peningkatan Ekonomi Kasyarakat