Home / Daerah / Sulsel

Kamis, 9 April 2020 - 09:55 WIB

Beredar Isu Lockdown 3 Hari, Jubir GTPP Covid-19 Wajo: Itu Hoax

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Wajo, Supardi bersama Bupati Wajo H. Amran Mahmud

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Wajo, Supardi bersama Bupati Wajo H. Amran Mahmud

MEDIAISNERGI.CO WAJO — Ajakan gotong royong kemanusiaan dengan berhenti total selama tiga hari dilakukan serempak Kabupaten Wajo dibantah Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Wajo, Supardi.

Menurut Supardi, ajakan berhenti total tiga hari mulai tanggal 10-12 April tersebut bukan dari pemerintah ataupun Tim Gugus Penanganan Covid-19 Wajo. Tapi gerakan itu dia ambil dasar dari himbauan dari Group Toli-Toli yang dikeluarkan oleh satgas setempat.

“Informasi kami dapat himbauan itu dari satgas di Toli-Toli. Tapi, kita di Wajo tidak pernah keluarkan imabaun seperti itu. Itu Hoaks,” ujar Supardi, Kamis 9 April 2020.

Dia menjelaskan, Pemkab Wajo memang fokus pada pemutusan mata rantai penularan Covid-19. Tapi tidak tiga hari. “Virus Corona yang menginfeksi seseorang bisa bertahan 14 hari. Tak cukup kalau cuma 3 hari,”jelasnya.

Baca juga:  Sepakat Orang Tua Siswa - Komite Kembalikan Sumbangan Pembangunan Kantin SMAN 7 Wajo

Kabid Humas Diskominfotik Wajo inipun meminta masyarakat waspada dengan himbauan yang tidak berdasar fakta dan ilmiah.

“Kami harap masyarakat tidak muda percaya isu-isu tanpa sumber yang jelas. Yang penting dilakukan sedapat mungkin tidak keluar rumah, phsyical distancing, mengenakan masker, rutin cuci tangan dan menjaga imunitas,” pesannya.

“Kalau mau gorong-gorong, maka gotong royong kita adalah tetap di rumah sampai pemerintah menyatakan virus ini benar-benar hilang,” tambahnya.

Sejak kemarin, beredar isu poster di media sosial akan ada gerakan Berhenti Total Selama 3 Hari serempak di Wajo, mulai 10 hingga 12 April untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

Dalam ajakan itu, terselip pesan gerakan gotong royong kemanusiaan, dia menuliskan virus tidak akan pindah kecuali dipindahkan dan jika dalam 24 jam tidak dipindahkan virus mati sendiri.

Baca juga:  Empat Kaum Dhuafa di Gilireng Dapat Santunan dari At-Taubah Channel Peduli

Namun belakangan, Pemkab Wajo telah membantah telah mengeluarkan kebijakan tersebut dan itu hoaks. (har-hs)

Editor: Muh. Hamzah

Share :

Baca Juga

Sulsel

Peduli Korban Gempa, PWI Wajo-At-taubah Peduli Kirim 1 Truk Bantuan ke Sulbar

Sulsel

Berkah Jumat, Yayasan Laz Wajo Berseri Bagikan Nasi Gratis

Sulsel

Selamat, Pemkab Wajo Raih WTP yang ke Tujuh Kalinya

Sulsel

Pastikan Proses Berjalan Lancar dan Patuhi Prokes, Bupati Wajo Pantau Pelaksanaan Pilkades Serentak

Peristiwa

Camat Lilirilau Soppeng Pantau Banjir dan Bagikan Air Bersih

PILEG 2109

Pemilih Muda-mudi Soppeng: Sufriadi Arif Layak Jadi Anggota DPRD Sulsel

Sulsel

Mantan Sekprov Sulsel Tutup Usia, Gubernur Melayat ke Rumah Duka

Sulsel

Elfrianto Mengajak untuk Selalu Berdoa Diwaktu yang Mustajab