“Saya berharap kita sama sama bersinergi untuk Kabupaten Pinrang. Wartawan itu adalah mitra, bukan musuh. Sebaliknya sebagai mitra kita harus saling memahami”, ujar A Irwan Hamid.
Sementara itu, Pimpinan Redaksi tabloid SIDAK Hamka Wellu kepada media menyebutkan, inti persoalan itu kembali ke Andi Ramli.
“Iya intinya kembali kepada yang bersangkutan A. Ramli. Sebagai pimpinan saya mengapresiasi apapun keputusan itu. Andi Ramli itu, selain wartawan, dia juga seorang guru beladiri dari perguruan wali suci. Jadi pasti dia arif dalam mengambil kebijakan dan bijak dalam menentukan keputusan”, sebutnya.
Laporan: Tamrin Nawawi
Editor : H. Manaf Rachman
















