Program penanaman sejuta murbei ini, kata dia, untuk menjawab apa yang menjadi kendala oleh pengrajin-pengrajin sutera yang ada di Wajo. “Setiap saya menanyakan kepada pengrajin-pengrajin kita terkait kendala yang dihadapi, mereka selalu mengatakan bahwa yang menjadi kendala dan mendera kita adalah bahan baku,” ungkapnya.
Dikatakan bahwa, dengan program penanaman sejuta mubei ini, InsyaAllah dalam jangka waktu 3-6 bulan kedepan akan memproduksi kurang lebih 200 ton kokon yang tentunya bisa memenuhi harapan masyarakat para pengrajin sutera ini untuk bisa mencapai 2 juta meter pertahun untuk memenuhi permintaan pasar sutera.
Apalagi sekarang, kata orang nomor satu di Bumi Lamaddukkelleng ini, UPT perindustrian yang merupakan milik dari Pemprov akan diserahkan kepada Pemkab wajo untuk dikelola secara bersama-sama dengan pengrajin-pengrajin sutera. Dimana pembangunan rehab UPT perindustrian ini sudah dimulai dan Insya Allah begitu sudah selesai akan pengadaan mesin modern.
“Diwajo nanti ini, mulai dari tenun gedongan, ATBM sampai mesin-mesin pemintal bahkan sampai mesin-mesin canggih akan dihadirkan oleh Gubernur Sulsel. Sehingga tidak ada lagi alasan untuk tidak membangun persuteraan. Mudah-mudahan momentum HJW tahun depan dibulan maret akan diresmikan semuanya oleh Gubernur Sulsel, bahkan bisa panen murbei,” ujarnya.(Red-Adv)
Editor: Muh. Hamzah
















