Untuk mempercepat terlaksananya program vaksinasi, manajemen RSCM telah menjalankan beberapa strategi khusus, “Untuk menggalang tenaga kesehatan agar hadir ke lokasi vaksinasi kita perlu strategi. Contohnya pada program vaksinasi di hari Minggu, kita jemput relawan kita yang tinggal di penginapan menggunakan bus antar jemput, paling tidak ada 300 tenaga kesehatan yang kita vaksinasi termasuk nakes dan PPDS yang sedang bertugas hari itu,” terang Dr. Trimartani.
Strategi lainnya, kata Dr. Trimartani, adalah vaksinasi khusus untuk PPDS di hari Sabtu. “Alhamdulillah ada 400 PPDS dan tenaga kesehatan yang divaksinasi di hari Sabtu kemarin. Jadi program vaksinasi ini harus simultan dari hulu ke hilir. Ketika pemerintah merelaksasi registrasi vaksinasi dengan dapat menggunakan pendaftaran manual dan Pcare , akhirnya pelaksanaan bisa dipercepat,” jelasnya.
Meski pemahamannya tentang vaksin sudah mumpuni, tenaga kesehatan di RSCM tetap perlu diberikan edukasi mengenai vaksin COVID-19. “Pada dasarnya tenaga kesehatan kami sudah memahami mengenai vaksin, namun vaksin COVID-19 ini memang hal baru, sehingga RSCM tetap melakukan edukasi kepada tenaga kesehatan. Yang perlu dipahami pula, vaksin ini hanya salah satu komponen pencegahan, oleh karena itu harus terintegrasi dan tetap melaksanakan 3M dan 3T,” terang Dr. Trimartani.(Tim Komunikasi KPCPEN)
Editor: Muh. Hamzah

















