Lanjutnya, berdasarkan catatan Kementerian Kominfo, layanan tanggap darurat ini baru ada 65 dari 514 Kabupaten/Kota di Indonesia. Sedang khusus di Sulsel, Kabupaten Wajo adalah daerah ketiga yang memiliki layanan 112 setelah Kota Makassar dan Kota Pare-Pare.
Sementara Bupati Wajo Amran Mahmud, dalam sambutannya menjelaskan, Layanan Call Center 112 merupakan program Kementerian Kominfo dalam membantu Kabupaten Wajo menuju terwujudnya Smart City.
Call Center 112 lanjut dia untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat penanganan kedaruratan yang masif sigap dan siaga.
Itulah sebabnya, kata dia, mengapa call center 112 tersebut dinamakan Masiga (Bahasa Bugis) yang artinya Cepat, Masiga ini juga kepanjangan dari MAsif, SIgap dan siaGA.
“Jadi kalau ada yang membutuhkan layanan darurat tinggal telpon 112 melalui telepon, ini gratis tanpa pulsa. Masyarakat akan lansung terhubung dengan operator layanan kegawatdaruratan,” terang Bupati Wajo sebelum melakukan launching.
Kegiatan ditutup dengan peninjauan Armada penyedia layanan kedaruratan dan kunjungan ke ruang operator Call Center melihat bagaimana operator melayani panggilan darurat yang masuk serta bagaimana menanganinya.(Adv)
Editor: Muh. Hamzah
















