Home / Sulsel

Sabtu, 19 Juni 2021 - 20:22 WIB

JURnaL Celebes Khawatirkan Bahan Kayu Phinisi Kian Berkurang

Selain itu, JURnaL Celebes juga berharap adanya upaya penegakan hukum dan regulasi tata kelola kehutanan yang berkelanjutan.
Menurjut Mustam, JURnaL Celebes berharap pemerintah bisa mengambil langkah strategis, bukan hanya insentif jangka pendek dimasa pandemi. Tetapi juga perlu ukungan yang membuat industri kayu bisa bertahan dan bangkit dengan ketersediaan bahan baku yang kayu legal berkelanjutan.

‘’Dari hasil 25 industri kayu besar, sedang, dan kecil, yang kami pantau, tak satu pun mendapatkan batuan insentif pemerintah bagi UMKM di masa pandemi. Industri kehabisan modal dan kesulitan memperoleh bahan baku. Tetapi di sisi lain kami juga menemukan kejahatan pembalakan liar meningkat signifikan di masa pandemi. Jangan sampai industri kayu bangkrut, sementara hutan kita pun habis,’’ jelas Mustam Arif, Direktur JURnaL Celebes.

Baca Juga:  Wabup Wajo: Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Berpengaruh pada Tumbuh Kembang Anak

Lebih lanjut dikatakan, pelaku Industri Kayu Minta Pertolongan Pemerintah untuk bisa mengatasi Dampak Covid-19 dan memperbaiki Sistem Verifikasi Legalitas Kayu, karena ada sinyalemen antara kayu ilegal dengan kayu legal itu disamarkan dalam tempat penampungan, meskipun pengisian data administrasi itu sudah dilakukan secara online, namun kenyataannya di lapangan masih ditemukan ”pencucian” kayu ilegal dengan kayu legal masih dilakukan ditempat penampungan.

JURnaL Celebes merilis hasil pemantauan bahwa pembalakan liar (illegal logging) di Sulawesi Selatan meningkat hingga 70 persen dibanding masa sebelum Covid-19. Sementara dalam pemantauan industri, JURnaL Celebes juga menemukan industri kayu di Sulawesi Selatan anjlok.

Pendapatan industri kayu merosot antara 30 sampai 70 persen di masa pandemi, sehingga ada beberapa industri kayu besar di Makassar mengalami kebangkrutan dan beberapa perusahaan diantaranya ada yang berhenti sementara dan ada pula yang beroperasi dalam waktu tertentu saja.

Baca Juga:  Andi Sudirman: Launching Aplikasi Purnabakti, Proses Pensiun Lebih Simpel

Karena itu, akhir Mei 2021 lalu, JURnaL Celebes yang didukung Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO) melalui Program FLEGT (Forest Law Enforcement Governance and Trade), mengundang sejumlah pelaku industri di Sulawesi Selatan melakukan workshop. Termasuk pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Sulawesi Selatan
dan Asosiasi Pengusaha Kayu Gergajian dan Kayu Olahan Indonesia/Indonesian Sawmill and Wood Working Association (ISWA) Sulawesi Selatan. (*)

Editor: Manaf Rachman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Wali Kota Munafri Resmikan Cetia Zhen An Kong “Sam Ong Hu” Makassar

PWI

PWI Sulsel dan Pomdam XIV/Hasanuddin Jajaki Kolaborasi

Sulsel

Wali Kota Munafri Buka dan Meriahkan Turnamen Padel Purna Praja Sulsel

Makassar

Tagana Kompi FDK UIN Alauddin Makassar Resmi Ditutup, Lahirlah Generasi Muda Tangguh Bencana

Sulsel

Hadirnya Pete-pete Laut, Warga Kecamatan Sangkarrang Sampaikan Ucapan Terima Kasih ke Wali Kota Munafri

Sulsel

Akademisi Unhas: Pete-pete Laut Pertegas Keberpihakan Munafri kepada Warga Kepulauan

Sulsel

Kunjungi Warga di Kecamatan Pulau Sangkarang, Munafri Salurkan Bantuan Beasiswa Rp2,1 Miliar

SOPPENG

Diawali Pesan Kamtibmas, Polres Soppeng Menggelar Nobar Piala Dunia 2026