“Metode laonnya dengan mengukur daya tahan otot lengan dengan tes “pushup”, dayatahan otot perut dengan tes “sit up”,” ujjar Andi Ihsan.
Dikemukakan, metode lain adalah mengukur daya tahan otot tungkai dengan tes “squat jump”. Juga diukur dengan mengukur kelentukan dengan tes “flexometer”, power lengan dng tes “medicine ball”, koordinasi mata dan tangan dengan tes lempar tangkap bola, kapasitas dayatahan dengan tes “bleep”/multistage fitness test”.
Hasil pengukuran ini, imbuh Andi Ihsan, pelatih semakin mengerti, memahami dan mampu mengaplikasikan dengan baik dan benar tentang latihan, komponen latihan, tes dan pengukuran kondisi fisik atlet. Atlet mengerti dan memahami cara pelaksanaan tes dan pengukuran komponen fisik sekaligus memahami latihan komponen dan prinsip-prinsip latihan.
Andi Ihsan berharap dari hasil program kemitraan ini dapat menambah wawasan dan pemahaman para pelatih dan atlet dalam melaksanakan tes dan pengukuran komponen fisik. (*).
Editor: Manaf Rachman
















