MEDIASINERGI.CO WAJO — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo kembali menggelar rapat paripurna. Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Wajo H. Andi Alauddin Palaguna tentang jawaban/tanggapan Bupati Wajo terhadap pemandangan umum fraksi DPRD atas pengajuan rancangan peraturan daerah tentang Laporan Pertanggungjawaban pelaksanan APBD Tahun 2020.
Didepan Pimpinan Rapat Paripurna Dewan dan anggota DPRD, Bupati Wajo H. Amran Mahmud menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas pemandangan umum dari semua fraksi DPRD Kabupaten Wajo terhadap pengajuan Ranperda oleh Pemkab Wajo.
Sekaitan pemandangan umum Fraksi Partai Amanat Nasional, Fraksi Golkar, Fraksi Wajo Bersatu dan Partai Nasdem terkait dengan optimalisasi PAD yang tidak mencapai target, terutama dari Pos Retribusi Daerah pada beberapa OPD tertentu, Amran Mahmud mengatakan akan mengupayakan analisis yang lebih mendalam terhadap penyebab tidak tercapainya target yang telah ditetapkan dan hal ini dapat diperdalam pada pembahasan selanjutnya dengan mitra kerjanya masing-masing.
Selanjutnya terhadap Pemandangan Umum Fraksi Gerindra, terkait temuan berulang BPK, Bupati Amran menyebut TAPD akan berupaya semaksimal mungkin melakukan asistensi. Baik sebelum penginputan pada aplikasi maupun setelah penginputan RKA sehingga meminimalisir kesalahan yang berulang.
Kemudian lanjutnya, adanya kegiatan dari OPD yang tidak searah dengan RPJMD Kabupaten Wajo akibat Recofusing anggaran untuk membiayai Pandemi Covid-19, saat ini kata dia, RPJMD sementara penyesuaian capaian indikator dan target sesuai dengan sasaran RKPD setiap tahun.
Sementara untuk mengantisipasi kebocoran PAD baik pada sektor pajak maupun retribusi, pemerintah daerah sedang mengupayakan optimalisasi penerimaan dengan bekerja sama Bank Sulselbar Cabang Sengkang untuk implementasi transaksi Non Tunai.
“Hal ini sejalan dengan terbentuknya Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Sulawesi Selatan yang difasilitasi oleh Bank Indonesia (BI),” ungkapnya.















