Berdasarkan hal tersebut, kata dia, Kemendes melaksanakan MoU anatara Kemndes dan UMI yang mana MoU ini diterjemahkan kembali pada tanggal 23 Juni 2021 melalui perjanjian kerjasama Antara Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Makassar dan pihak UMI.
“Dalam perjanjian ini ditunjuk Balai PPMDDTT untuk menjadi pelopor untuk wujudkan desa digitalisasi di pulau sulawesi termasuk di Bumi Lamaddukkelleng,” ungkapnya.
Sementara Rektor UMI diwakili Dekan Fakultas Ilmu Kumputer Ir. Purnawangsyah mengatakan bahwa sudah menyiapkan aplikasi untuk percepatan digitalisasi desa.
Sebagai dasar saat ini kata dia Kemendikbud sudah mencanangkan konsep kampus merdeka belajar. Program ini diharapkan mahasiswa bisa mandiri. Artinya tidak menghabiskan waktu di kampus tetapi bisa ditempat lain.
Selain itu, pihaknya juga melalui program kampus merdeka belajar, mengirim mahasiswa turun kedesa untuk menerapkan ilmunya. “Mahasiswa ini nantinya yang akan melakukan pendampingan didesa sampai digitalisasi desa ini terwujud,” ujarnya.(syaf)
Editor: Manaf Rachman
















