Meski begitu, Burhanuddin optimistis target tersebut dapat dicapai sampai akhir tahun 2021 ini. “InsyaAllah target kita bisa capai sampai akhir tahun karena memang kita didukung dengan sumber daya yang cukup, kemudian untuk operasional kita didukung oleh APBN,” katanya.
Burhanuddin juga mengungkapkan, manfaat dari program IB tersebut disamping untuk mempercepat jarak kelahiran, hasil IB yang didapat oleh masyarakat nilainya jauh lebih tinggi dari hasil kawin alam.
“Perbedaan nilai jualnya yang sangat signifikan untuk hasil IB sendiri seperti sapi limosin, simental dan anggus umur 6-8 bulan sudah bisa di pasarkan Rp12-13 juta, sementara yang selama ini mereka dapat dari hasil perkawinan alam dari sapi bali umur 6-8 bulan paling dihargai dengan nilai 1,5 juta,” jelasnya.
Bagi masyarakat yang hendak mendapatkan layanan ini, bisa menghubungi langsung petugas Inseminator yang tersebar di delapan kecamatan. Sapi yang di IB juga akan mendapatkan asuransi ternak secara gratis dari Pemkab Sinjai. (Tim Website)
Editor: Ismail Asnawi
















