“Iya habis pak. Karena setiap ada yang minta, langsung dibelikan. Anak-anak yang tinggal di rumahnya bapak (NA) di Kompleks Perdos Unhas Tamalanrea yang bantu packing sembako. Otomatis juga ada uang capek sama uang jalannya,” jelasnya dengan rinci.
“Saya tidak buat laporan pertanggung jawaban karena Pak Rudy Moha selaku pemberi sumbangan juga tidak minta sama sekali. Tapi saya punya semua nota pembeliannya,” sambung Daya.
Saat diberi kesempatan untuk berbicara, Nurdin Abdullah mengungkapkan, pembagian sembako memang rutin dilakukan. Mengajak masyarakat bergotong-royong untuk membagi keperluan sembako, karena APBD tidak mumpuni. “Alhamdulillah Rudy Moha membantu. Tapi saya tidak tahu bagaimana komunikasi antara Rudy Moha dan Nurhidayah,” kata NA singkat.
Berdasarkan keterangan Rudy Moha pada persidangan pekan lalu tepatnya pada Kamis (5/8/2021), Rudy Moha mengaku memberikan sumbangan Covid-19 tersebut atas inisiatifnya sendiri.
“Pernah saya bertamu ke Rujab, saya lihat banyak sekali sembako. Kemudian saya tanya ke Pak Nurdin, itu untuk siapa? Katanya ini bantuan Covid-19 karena banyak masyarakat yang susah kalau mau ikut silahkan,” jelas Rudy Moha mengulang pembicaraannya pada waktu itu.
Nurdin Abdullah pun mengarahkannya langsung Nurhidayah untuk dibantu. Setelah pembicaraan itu, Nurdin Abdullah tidak lagi mencampuri perihal sumbangan tersebut.
“Yang jelas Pak Nurdin tidak pernah minta bantuan apapun ke saya. Pak Nurdin itu memang orang yang dermawan dan punya jiwa sosial yang tinggi,” kata Rudy Moha kepada media. (*)
Editor: Manaf Rahman
















