Suhardi mengatakan, dirinya diminta langsung memaparkan profil kerja-kerja dan karya-karyanya dalam pembangunan kepariwisataan di Sulsel, di hadapan tim dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian.
“Sebenarnya saya sudah lupa, karena prosesnya sudah sejak dua tahun lalu, tapi tiba-tiba Pak Bruno menyampaikan bahwa nama saya masuk nominasi dan saya diminta menyiapkan profil, maka saya pun menyiapkannya dibantu Pak Bruno dan teman-teman dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel,” tutur Suhardi.
Direktur PT Hardi Unggul Persada (Hardi Tours & Transport) menambahkan, dirinya juga menerima langsung kunjungan tim dari pusat di tempat usaha saya di Desa Jenetallasa, Kecamatan Pallangga, Gowa.
“Dan akhirnya saya ditetapkan sebagai salah satu penerima penghargaan Satyalancana Kepariwisataan Tahun 2021,” tutur Suhardi.
Menyinggung kontibusinya dalam pembangunan bidang pariwisata, Suhardi mengatakan, dirinya sudah aktif dalam dunia pariwisata sejak tahun 1994 sebagai pramuwisata berhasa Jerman, mengajar Bahasa Jerman pada Program D3 Bahasa dan Pariwisata Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar tahun1998-2005.
Suhardi juga kemudian terpilih menjadi Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sulsel, menjadi Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Sulsel, mengajar sebagai dosen luar biasa di Politeknik Pariwisata (Politekpar) Makassar dan beberapa perguruan tinggi lainnya, serta menjadi pembicara dan aktif dalam berbagai kegiatan yang diadakan Dinas Pariwisata Provinsi Sulsel.
“Kalau ada kegiatan organisasi di luar kota, saya tidak pernah minta uang ke Dinas Pariwisata, semuanya saya biayai sendiri, meskipun kami berangkat atas nama daerah atau mewakili Dinas Pariwisata Provinsi Sulsel,” ungkap Suhardi.(naf)
Editor: Ismail Asnawi
















