Home / Pendidikan

Kamis, 9 September 2021 - 17:06 WIB

Prof.Dr.Anshari, M.Hum: Menulis Sastra Membutuhkan Kreativitas

egiatan Fasilitasi Pelaksanaan dan Evaluasi Penelitian dan Pengembangan Bidang dibuka Kepala Balitbangada Kota Makassar Andi Bukti Djufrie

egiatan Fasilitasi Pelaksanaan dan Evaluasi Penelitian dan Pengembangan Bidang dibuka Kepala Balitbangada Kota Makassar Andi Bukti Djufrie

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Ketua LP2M UNM, Prof.Dr.Ir. Bakhrani A. Rauf, M.T membuka pelatihan. Pelatihan Cipta dan Baca Puisi pada Kelompok Guru SD di Tinggimoncong Kabupaten Gowa, Kamis 9 September.

Pelatihan tersebut dilaksanakan secara virtual dengan menampilkan narasumber yaitu.Prof.Dr.Anshari, M.Hum, Andi Sahtiani Jahrir dan Rosita Desriani,S.S.,S.Pd dan. melibatkan mahasiswa PPs UNM sebagai pendamping.

Prof Bakhrani mengatakan, pentingnya dosen untuk mengaplikasi kan ilmunya kepada masyarakat. Ilmu atau ipteks tidak berguna jika tidak dimanfaatkan bagi kehidupan masyarakat. Apalagi pengabdian kepada masyarakat merupakan kewajiban dari Tridharma Perguruan Tinggi, selain mengajar dan meneliti.

Prof. Dr.Anshari, M.Hum  mengatakan, keterampilan menulis itu dapat dilatih terus-menerus. Penulis sukses lahir dari latihan dan latihan, menulis harus berorientasi proses.

Baca juga:  KNPI - Disdik Sulsel Sepakat Bina OSIS dan Gagas Festival Pendidikan dan Literasi

“Menulis sastra membutuh kan kreativitas. Makanya disebut menulis kreatif karena tidak perlu ada kaidah menulis. Penulis bebas menuangkan ide atau gagasan ke dalam cipta puisi. Meski bebas, penulis tetap memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang teori puisi sehingga dapat dikatakan puisi yang baik,” katanya

Andi Sahtiani Jahrir mengatakan, Puisi sarana curahan hati, jiwa, dan rasa seorang penyair. Dalam puisi, keindahan bahasa disusun dengan metafora dan kiasan yang dapat menggugah nurani penikmatnya. Sebagai jenis sastra yang banyak diminati, puisi dapat dicipta dan dibaca oleh siapa saja, termasuk guru. Namun, mencipta puisi indah dan syahdu ketika dibaca, bukanlah perkara mudah dan gampang.

Andi Sahtiani Jahrir menjelaskan, setiap calon penyair harus memiliki bekal pengetahuan teori puisi. Sebab, teori akan menuntun untuk dapat mengapresiasi sehingga memiliki keterampilan menulis dan membaca puisi dengan baik. Mencipta puisi dibutuhkan pemahaman konsep teori puisi sehingga puisi yang ditulis sesuai norma. Begitu pula membaca puisi dibutuhkan pemahaman teknik olah vokal, jiwa, dan fisik.

Baca juga:  Pesan Jokowi ke Guru: Bentuk Karakter Pancasila Tiap Siswa

Sementara Rosita Desriani mengatakan, dalam membaca puisi perlu diperhatikan vokal, intonasi, dan ekspresi. Karena unsur itu sangat mempengaruhi kualitas pembacaan puisi. (AN)

Editor: Manaf Rachman

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Kadisdik Sulsel Berkomitmen Berantas KKN dan Pungli di Lingkup Dinas Pendidikan

Pendidikan

Faperta UMI Sosialisasi Pembuatan Sumur Resapan

Nasional

Pesan Jokowi ke Guru: Bentuk Karakter Pancasila Tiap Siswa

Pendidikan

Mendikbudristek Nadiem Diminta Turun Tangan, Soal Kisruh SBM ITB

Pendidikan

Disdik Kota Makassar: Pendaftaran PPDB SD dan SMP Terbagi Atas 6 Zona

Pendidikan

Dewan Pendidikan Sinjai Maksimalkan Peran Komite Sekolah

Pendidikan

Ini Tanggapan Prof Gufran Darma Soal Pelaksanaan PKL di Tengah Pandemi Covid

Advertorial

Bupati Wajo: Hasta Karya Siswa SMA/SMK Dukung Program Ciptakan 1.000 Entrepreneur Baru