Andi Sahtiani Jahrir mengatakan, Puisi sarana curahan hati, jiwa, dan rasa seorang penyair. Dalam puisi, keindahan bahasa disusun dengan metafora dan kiasan yang dapat menggugah nurani penikmatnya. Sebagai jenis sastra yang banyak diminati, puisi dapat dicipta dan dibaca oleh siapa saja, termasuk guru. Namun, mencipta puisi indah dan syahdu ketika dibaca, bukanlah perkara mudah dan gampang.
Andi Sahtiani Jahrir menjelaskan, setiap calon penyair harus memiliki bekal pengetahuan teori puisi. Sebab, teori akan menuntun untuk dapat mengapresiasi sehingga memiliki keterampilan menulis dan membaca puisi dengan baik. Mencipta puisi dibutuhkan pemahaman konsep teori puisi sehingga puisi yang ditulis sesuai norma. Begitu pula membaca puisi dibutuhkan pemahaman teknik olah vokal, jiwa, dan fisik.
Sementara Rosita Desriani mengatakan, dalam membaca puisi perlu diperhatikan vokal, intonasi, dan ekspresi. Karena unsur itu sangat mempengaruhi kualitas pembacaan puisi. (AN)
Editor: Manaf Rachman
















