Dikatakan, sejumlah program telah dijalankan dalam rangka memakmurkan masjid dan dimakmurkan masjid. Pihaknya telah membuat buku pedoman manajemen masjid. Karena kerap muncul masalah, makanya buku ini menjadi petunjuk dan pedoman.
Selain itu, kata Amin Syam, pihaknya telah membentuk lembaga-lembaga sesuai amanah dari Pimpinan Pusat DMI. Ada lembaga zakat dan ada lembaga peduli DMI. Kemudian telah dibuat Sistem Informasi Manajemen Masjid (Sinmas). Sistem ini menyerupai Sinmas Kementeriaan Agama.
Dijelaskan, isi Sinmas terkait data masjid dan data imam masjid. Bukan hanya orang tapi juga kualifikasinya. Berapa juz dihafal, semua akan tercantum di Sinmas.Namun, Sinmas ini belum berjalan 100 persen, lantaran butuh dana sebesar Rp 50 juta.
“Tak hanya itu, telah dikembangkan program Jasamu, jaringan usaha muballigh. Jasamu ini untuk menghidupkan usaha umat, usaha masyarakat yang memakmurkan masjid. Inilah penerjemahan dari dimakmurkan masjid, “ucap Amin Syam. (li)
Editor: Manaf Rachman
















