Home / ENREKANG / Sulsel

Rabu, 9 September 2026 - 13:07 WIB

Bank Sampah Massenrempulu Diresmikan, Ekonomi Hijau Bergerak

MEDIASINERGI.CO

ENREKANG  — Komitmen pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Enrekang mendapat momentum baru. Bank Sampah Massenrempulu Eco Group resmi dikukuhkan di Kabupaten Enrekang. Peresmian dihadiri Bupati Enrekang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Yarsin Gau, Pimpinan Baznas Enrekang, Camat Baroko, Camat Alla, para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Anggeraja, Kapolsek Anggeraja, Danramil Anggeraja, Penyuluh Pertanian Anggeraja, serta mitra dan stakeholder terkait. Hal ini dikonfirmasi pada Rabu, 9 September 2026.

Kehadiran bank sampah ini menjadi langkah nyata menjawab dua tantangan sekaligus: menekan volume sampah dan menciptakan nilai ekonomi bagi warga. Sejumlah mitra Massenrempulu Eco Group dari wilayah Latimojong, Rogo Curio, dan Bolang turut hadir memberikan dukungan. Pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu juga mendapat apresiasi atas kontribusinya dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Enrekang mengapresiasi inisiatif Massenrempulu Eco Group. Ia menyebut bank sampah sebagai gerakan konkret yang tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. “Pemerintah berharap gerakan ini dapat berkembang di seluruh kecamatan hingga tingkat desa, sehingga manfaatnya dirasakan merata oleh masyarakat,” ujar Bupati.

Bupati juga menekankan pentingnya komitmen dan konsistensi pengelola. Menurutnya, peresmian tidak boleh berhenti sebagai seremoni belaka. “Jadikan ini gerakan berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata. Pemerintah siap mendukung agar bank sampah tumbuh dan berdampak luas,” tegasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Enrekang, Yarsin Gau, S.H., M.A.P., menyambut positif kehadiran Massenrempulu Eco Group. Ia menilai bank sampah berpotensi menjadi pilar ekonomi hijau di Enrekang. Yarsin mendorong penguatan kelembagaan, perluasan kemitraan, dan lahirnya inovasi dalam pengelolaan sampah. “Ketika kepedulian lingkungan bertemu dengan inovasi dan nilai ekonomi, maka sampah tidak lagi menjadi persoalan, tetapi bagian dari solusi dan sumber manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Direktur Massenrempulu Eco Group, Muh Wildan Rafzanjaningrat A. Y, menegaskan peresmian ini merupakan awal untuk memperluas gerakan berbasis masyarakat. Ia mengajak warga menjadikan sampah sebagai aset. “Kami ingin membangun gerakan yang tumbuh bersama masyarakat. Sampah dapat dipilah, ditabung, dikelola dan memberikan nilai ekonomi,” katanya.

Senada, Sekretaris Massenrempulu Eco Group, Alfin Firman Syah, menekankan pentingnya konsistensi membangun kebiasaan baru. “Perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Ketika satu rumah mulai memilah sampah dan diikuti lingkungan sekitarnya, dari situlah sebuah gerakan besar tumbuh,” pungkasnya. (Sari)

Ditulis oleh Asmarani Harma

Belum ada informasi tentang penulis ini.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Jelang Musim Hujan, 150 Satgas PU Benahi Drainase Rawan Banjir Paccerakkang

PINRANG

Bupati Pinrang, Penanganan Sampah Tidak Hanya Berorientasi pada penilaian Adipura

SOPPENG

365 Pedagang Terdampak Pasca Kebakaran Pasar Sentral Batu Batu

Makassar

Buka Konferda V API Sulsel, Brigjen TNI (Purn) Harsanto Adi Tekankan Pentingnya Konsolidasi Organisasi

PINRANG

Peringatan Hari Santri di Pinrang, Dihadiri Ribuan Santri dari Berbagai Pondok Pesantren

Sulsel

Udin Saputra Malik Bersama Bapenda Makassar Gelar Pengawasan Pemda Angkatan XII Tahun 2026

Sulsel

Pimpin Rakor Camat – Kades, Bupati Takalar Instruksikan Percepatan Pencairan Siltap

Sulsel

Munafri Paparkan Inovasi Perlindungan Pekerja Rentan di Jamsostek Award 2026, Perkuat Jaminan Hari Tua