Interaksi antar individu akan mampu mengembangkan konsep diri seseorang mampu mewujudkan ketangguhan pribadi, kata Timsel Anggota KPU Sulsel Pemilu 2019 ini.
Seseorang yang memakai bahasa yang santun bisa menjaga harkat, martabat, jatidiri dan menghormati orang lain sebagai bangsa berbudaya dan beradab, ungkap mahasiswa teladan RI 1993 ini.
Penggunaan bahasa Indonesia santun dengan budi bahasa halus mempunyai nilai rasa yang baik, penuh kesopanan dan berusaha menghindari perdebatan dalam berbagai proses komunikasi.
Sehingga antara pembicara dapat menjadikan seseorang disenangi dan dihormati oleh komunitas masyarakat, ungkap dosen penguji dan pembimbing S3 di PPs-UNM dan PPs-UIN Alauddin ini.
Lewat bahasa dapat diketahui karakter seseorang seperti terbuka atau tidaknya jalan pikiran, sopan santun dan bahkan kejujuran, kata Sekjen Kesatuan Masyarakat Wajo (Kemawa) ini.
Bahasa bukan hanya asal bicara tapi harus memperhatikan marwah kesantunan dan martabat dalam berbahasa, tandas Tim Penyelia PPG Kemenristekdikti RI.
Sedering nasional ini dilaksanakan oleh Prodi S2 Pendidikan Bahasa Indonesia PPs-Unismuh Makassar.
Nara sumber pada sedaring nasional kali ini adalah, Dr.H.Andi Sukri Syamsuri, M.Hum, Dr.Khundaru Saddono, M.Hum; Dr.Thamrin Paelori, M.Pd; Budi Hartono, S.PD, M.Pd dengamn moderator Haspina Hasan, S.Pd. (SM).
Editor: Manaf Rachman
















