Biaya yang dikeluarkan PLN dan diterima BPN, ungkapnya, semata-mata diperuntukkan bagi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“Saya ingin BPN Sulsel harus menjadi yang terbaik di Sulawesi. Kita harus menunjukkan sebagai contoh yang terbaik di seluruh Sulawesi,” ujar Bambang Priono di hadapan para Kepala Kantah dan stafnya.
Tenaga Ahli Kementerian ATR/BPN Bidang Pengadaan Tanah Arie Yuriwin mengapresiasi kerja keras Kanwil BPN dan seluruh Kantah Kabupaten/Kota di Provinsi Sulsel yang telah mendukung program percepatan sertifikasi aset PT PLN (Persero).
Tahun depan, pada 2022, target sertifikasi aset masih berlangsung. Karenanya, perlu ada kesiagaan pula dari PLN untuk mempersiapkan dokumen-dokumen pendukung supaya prosesnya dapat lebih baik dan lancar,” kata Arie Yuriwin.
Sementara itu, VP Pengamanan dan Pemeliharaan Aset PT PLN (Persero) Lindasari Hendayani menghargai dukungan besar dari Kanwil BPN dan seluruh Kantah Kabupaten/Kota dalam proses pensertifikasian aset-aset PT PLN (Persero) di Provinsi Sulsel.
“Kami mengapresiasi dukungan BPN Sulsel. Penerbitan dan penyerahan sertifikat baru hari ini merupakan hadiah terindah bertepatan dengan Hari Listrik Nasional 27 Oktober 2021. Bayangkan, hanya dalam waktu dua minggu sejak rapat rekonsiliasi lalu dapat terbit 114 sertifikat baru,” tutur Lindasari. (Jppn)
Editor: Manaf Rachman
















