Dampak pemulihan ekonomi di Sulawesi Selatan mulai terlihat. Salah satu indikatornya adalah neraca perdagangan Sulsel pada September 2021 mengalami surplus hingga US$ 128,43 juta. Angka tersebut bahkan disebut tertinggi selama 3 tahun terakhir.
Pihaknya juga mencatatkan inflasi Sulsel yang semakin terkendali yaitu sebesar 0,04 persen.
“Inflasi menunjukkan terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,49 pada September 2021 menjadi 106,53 pada Oktober 2021,” ucapnya.
Inflasi ini berasal dari 2 daerah yaitu Bulukumba dan Makassar. Sedangkan deflasi terjadi di 3 daerah lainnya yaitu Watampone, Parepare, dan Palopo.
Peningkatan juga ditunjukkan pada Nilai Tukar Petani (NTP). NTP Sulsel pada Oktober 2021 sebesar 99.78, naik 0.88 persen dibanding NTP September 2021 sebesar 98.90. Peningkatan NTP, kata Suntono, dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (lt) naik sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) menurun.
“Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0.73 persen, sedangkan Indeks Harga yangDibayar Petani (lb) turun sebesar 0.15 persen,” pungkasnya.
Ia menambahkan secara keseluruhan, surplus neraca perdagangan di Sulsel meningkat sepanjang tahun. Angkanya mencapai US$ 518,67 juta. Angka itu pun melampaui capaian sepanjang tahun lalu yang hanya US$ 399,19 juta. “Ini masih menyisakan 3 bulan ke depan. Harapan kita ekspor semakin membaik sehingga akan memengaruhi akumulasi akhir tahun,” tutupnya. (manaf)
Editor: Ismail Asnawi
















