
Sementara Sekda Wajo, Armayani yang juga Pembina DWP mengatakan, salah satu sisi yang paling menonjol dalam kegiatan pasar murah dan bazar ini adalah kesetiakawanan sosial. Dimana dalam kediatan ini memberikan akses kepada masyarakat yang hidup dalam keterbasan ekonomi untuk mendapatkan pangan dengan harga sangat terjangkau.
“Meskipun nilainya tidak seberapa, akan tetapi kita berharap kegiatan ini bisa membantu meringankan beban masyarakat di tengah masa pandemi Covid 19 ini,” harapnya
Panitia Pelaksana Andi Sukma A. P. Rukka dalam laporannya mengatakan, dalam pasar murah ini, Dinas Prindakop dan UKM Wajo menyiapkan ratusan paket yang berisikan beras 5 Kg, gula pasir 2 liter dan miyak goreng 1 liter yang total nilai normalnya
Rp.85.000. ” Dari harga tersebut, yang hanya dibayarkan oleh konsumen sebesar Rp. 50.000, karena ada subsidi sebesar
Rp.35.000,” ujarnya.
Dikatakan, sesuai dengan tema, subsidi tersebut dimaksudkan untuk dibagikan kepada warga yang tidak mampu. “Sambil berbagi kita juga melaksanakan Basar yang digagas oleh DWP Wajo. Dimana setiap unit menampilkan hidangan yang
memanjakan selera kita untuk bisa dinikmati dengan harga terjangkau,” ucap Andi Sukma.
Sekadar diketahui bahwa, Pada kesempatan itu juga, juga menampilkan hasil karya dan kreatifitas dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Wajo.(din)
Editor: Manaf Rachman
















