“Untuk hitungan ekonominya, bisa lebih hemat Rp. 32.000 jika dibandingkan dengan penggunaan gas elpiji 3 kg dengan estimasi harga di warung Rp.23.000 per tabung,”ucapnya.
Andi Yuliani Paris juga menyampaikan bahwa dirinya akan terus memperjuangkan jargas ini tahun depan jika masyarakat Kabupaten Wajo mendukung program ini.
Koordinator Pelaksanaan dan Pengawasan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Agung Kuswardono menyampaikan bahwa Kementrian ESDM akan mempercepat pembangunan jaringan gas di Kabupaten Wajo. Ditargetkan akhir Desember 2021 pemasangan jaringan sudah selesai dan sudah dinikmati masyarakat.
“Kita sudah datangkan 200 orang pekerja tambahan untuk mempercepat pemasangan. Selain itu, kita juga mendatangkan empat kompresor untuk pengujian,”ungkapnya.
Terkait masalah lubang galian yang banyak menjadi sorotan, Agung mengaku, pihaknya tidak tutup mata. Namun, masyarakat harus paham, bahwa sebelum galian ditutup, harus dilakukan pengujian terlebih dahulu.
“Galian baru bisa ditutup kalau sudah dilakukan pengujian. Apalagi, Tempe bukan wilayah baru jadi perlu ratusan kali pengujian,”ujarnya.
Sementara Sekretaris PWI Wajo Syafruddin Menroja mengatakan kalau sangat mendukung perjuangan Andi Yuliani Paris di Kementerian ESDM untuk kembali mendapatkan Harga Rumah Tangga.(syaf)
Editor: Manaf Rachman
















