Walau target telah tercapai, Amran Mahmud menekankan bahwa pelaksanaan vaksinasi harus tetap dilaksanakan untuk bisa mencapai 100 persen. “Jika kekebalan kelompok sudah terbentuk, maka tentu imun kita akan lebih mampu untuk berdampingan dengan COVID-19,” ucapnya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Wajo, Armin, menyampaikan bahwa dari awal pelaksanaan vaksinasi sudah dimasifkan di Wajo. Bahkan, pihaknya mengeluarkan inovasi Vaksinasi Massalipu yang merupakan akronim dari Massal, Keliling, dan Terpadu.
Selain itu, juga dilakukan vaksinasi door to door. Bahkan, para nakes ada yang harus naik perahu mengunjungi masyarakat saat terjadi banjir beberapa waktu lalu.
“Penerapan Perpres Nomor 14 pun ditempuh di mana masyarakat penerima bantuan akan ditunda pemberian bantuannya apabila belum vaksin. Juga beberapa kali diadakan vaksinasi massal berhadiah oleh pemerintah daerah, Polres Wajo, Kodim 1406 Wajo, dan didukung pihak lainnya,” kata Armin.
Armin juga mengaku sangat terbantu dengan tim penginput data vaksinasi dari perangkat daerah yang dipusatkan di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) yang membantu percepatan menginput data vaksinasi ke aplikasi P-Care.
Armin pun bersyukur karena upaya semua pihak tidak sia-sia dengan berhasil melewati target vaksinasi. “Terima kasih atas kerja kerasnya semua,” ucapnya. (Zah)
Editor: Manaf Rachman
















