Home / Sulsel

Sabtu, 8 Januari 2022 - 16:38 WIB

Pengguna Internet di Indonesia 175 Juta, Dakwah Harus Masuk ke Dunia Maya

DIGITALISASI DAKWAH. Asnawin Aminuddin (paling kanan) tampil membawakan materi “Digitalisasi Dakwah” pada “Baitul Arqam dan Pelatihan Muballigh Mahasantri Djazman Al-Kindi Universitas Muhammadiyah Bulukumba, serta Baitul Arqam Pimpinan / Dosen / Karyawan UMB”, di Kampus II Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Kelurahan Mario Rennu, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sabtu, 08 Januari 2022. (ist)

DIGITALISASI DAKWAH. Asnawin Aminuddin (paling kanan) tampil membawakan materi “Digitalisasi Dakwah” pada “Baitul Arqam dan Pelatihan Muballigh Mahasantri Djazman Al-Kindi Universitas Muhammadiyah Bulukumba, serta Baitul Arqam Pimpinan / Dosen / Karyawan UMB”, di Kampus II Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Kelurahan Mario Rennu, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sabtu, 08 Januari 2022. (ist)

Laporan: Asnawin

MEDIASINERGI.CO BULUKUMBA — HootSuite, sebuah situs layanan manajemen konten yang menyediakan layanan media daring, secara berkala melakukan survei, dan salah satu hasil surveinya menyebutkan bahwa pengguna internet di Indonesia pada tahun 2020 berjumlah 175,4 juta orang dari total 272,1 juta jiwa penduduk Indonesia.

Dari 175,4 juta orang pengguna internet tersebut, sebanyak 160 juta orang di antaranya merupakan pengguna media sosial (medsos) aktif atau aktif bermedia-sosial.

Dengan melihat statistik itu, maka bisa disimpulkan bahwa dunia internet atau dunia maya sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan orang Indonesia. Dan itu berarti, dunia maya sedikit banyak sudah mampu mempengaruhi seseorang dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Iksan Iskandar Terima Kunjungan Tim Verifikasi Nasional Kabupaten Sehat

“Maka mau tidak mau, para pemuka agama, para da’i, para muballigh harus berbenah dalam berdakwah. Dakwah harus masuk ke dunia maya, terutama di media sosial yang penggunanya di Indonesia mencapai 160 juta orang,” kata Anggota Komisi Kominfo Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulsel, yang juga Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Muhammadiyah Sulsel, Asnawin Aminuddin.

Hal itu ia sampaikan saat membawakan materi “Digitalisasi Dakwah” pada “Baitul Arqam dan Pelatihan Muballigh Mahasantri Djazman Al-Kindi Universitas Muhammadiyah Bulukumba, serta Baitul Arqam Pimpinan / Dosen / Karyawan UMB” Pelatihan Muballigh / Muballighat Muhammadiyah, di Kampus II Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Kelurahan Mariorennu, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sabtu, 08 Januari 2022.

Baca Juga:  Hadir di Rapat Paripurna Pertama, Pjs Wali Kota Makassar Ajak Anggota DPRD dan Masyarakat Sosialisasikan Pilkada Bijak dan Damai

“Jumlah umat Islam yang rajin ke masjid sangat sedikit, dan yang sedikit itu pun kebanyakan orang dewasa yang berumur empat puluh tahun ke atas. Mereka itulah yang rajin mendengarkan ceramah agama, sedangkan sebagian besar lainnya, terutama kaum remaja dan ibu-ibu, jarang mendengarkan ceramah di masjid. Mereka inilah yang harus disasar untuk didakwahi melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp (WA), serta YouTube,” kata Asnawin.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Di Tengah Gempuran AI, Munafri Minta Pendidikan Karakter Jadi Benteng Siswa di Makassar

Makassar

Pengajian Akbar Menteri Agama di Kampus I UIN Alauddin

Sulsel

Wali Kota Munafri Dorong Muslimat NU Jadi Penggerak Gerakan Pilah Sampah di Makassar

Sulsel

Wali Kota Munafri Ajak Warga Makassar Jadikan Kebersihan sebagai Kebiasaan Harian

PINRANG

Pemerintah Kabupaten Pinrang Memperkuat Langkah Antisipasi Terhadap Dampak Musim Kemarau

Sulsel

Wali Kota Makassar Terima Dua Penghargaan Pemda Berprestasi 2026 dari Kemendagri

Makassar

Suwardi Thahir Tegaskan Kontingen PWI Sulsel Siap Unjuk Gigi di Porwanas XV Lampung

Sulsel

Bupati Wajo Andi Rosman Tegaskan Komitmen Genjot Pertumbuhan Ekonomi dan Penguatan UMKM