Home / Sulsel

Sabtu, 8 Januari 2022 - 16:38 WIB

Pengguna Internet di Indonesia 175 Juta, Dakwah Harus Masuk ke Dunia Maya

DIGITALISASI DAKWAH. Asnawin Aminuddin (paling kanan) tampil membawakan materi “Digitalisasi Dakwah” pada “Baitul Arqam dan Pelatihan Muballigh Mahasantri Djazman Al-Kindi Universitas Muhammadiyah Bulukumba, serta Baitul Arqam Pimpinan / Dosen / Karyawan UMB”, di Kampus II Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Kelurahan Mario Rennu, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sabtu, 08 Januari 2022. (ist)

DIGITALISASI DAKWAH. Asnawin Aminuddin (paling kanan) tampil membawakan materi “Digitalisasi Dakwah” pada “Baitul Arqam dan Pelatihan Muballigh Mahasantri Djazman Al-Kindi Universitas Muhammadiyah Bulukumba, serta Baitul Arqam Pimpinan / Dosen / Karyawan UMB”, di Kampus II Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Kelurahan Mario Rennu, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sabtu, 08 Januari 2022. (ist)

Pemegang sertifikat Pelatih Nasional Wartawan PWI mengatakan, format konten dakwah bisa berupa video, infografis, gambar, maupun suara, sedangkan jenis konten media sosial antara lain interaksi atau interaktif, edukasi atau pendidikan, hiburan, motivasi, dan profil orang-orang ternama dalam dunia Islam.

“Para muballigh juga sebaiknya paham tentang manajemen isu. Jika ada momen tertentu berupa informasi yang sedang viral di dunia maya, maka para muballigh sebaiknya menunggangi isu tersebut dengan cara membelokkan atau meluruskan isunya sesuai tuntunan agama” kata Asnawin.

Pengajar pada beberapa perguruan tinggi di Makassar juga mengingatkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berdakwah di media social, antara lain konten harus bermanfaat dan menunjukkan Islam yang damai, konten harus berisi sesuatu yang menarik.

Baca Juga:  Korban Tewas Kecelakaan Maut di Poros Sengkang-Siwa Bertambah Satu Orang

“Dakwah juga sebaiknya menyesuaikan dengan tren atau hal-hal terbaru yang digandrungi masyarakat dan sedang jadi pembicaraan, serta dilakukan dengan responsif atau memancing umpan balik dari masyarakat,” kata Asnawin.

Materi Pelatihan

Selain materi “Digitalisasi Dakwah” yang dibawakan oleh Asnawin Aminuddin, juga disajikan beberapa materi lainnya yakni “Sejarah, Materi, dan Metode Dakwah Rasulullah SAW” (dibawakan oleh Kaharuddin Yunus), “Metode Khitabah: Penulisan Naskah Khutbah dan Ceramah” (Dr Nurdin Mappa).
“Prinsip Dakwah Muhammadiyah dan Peran IMM di PTM” (Dr Aminuddin SPd MSi), “Harapan dan Tantangan Dakwah Abad Kedua Muhammadiyah” (Dr Dahlan Lama Bawa).
“Kajian Ketarjihan: Ibadah Praktis Seputar Ramadhan” (Hasanuddin Arasy MPdI), “Retorika Dakwah” (Amiruddin Bakri), serta “Kepribadian Muballigh Muda Muhammadiyah” (Dr Nurdin Mappa).

Baca Juga:  Pengajian Rutin Setiap Subuh di Al Abrar

Ketua Panitia yang juga Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Irfan Surya, mengatakan, pelatihan yang dibuka oleh Rektor UMB Dr Juamse Basra dilangsungkan selama tiga hari (Kamis – Sabtu, 06-08 Januari 2022) dan diikuti 90 peserta.
“Para peserta adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bulukumba yang mondok di Asrama Mahasiswa,” jelas Irfan.(*)

Share :

Baca Juga

Sulsel

Andi Rosman Jamu Pengurus DPW PAN Sulsel, Bahas Sinergi Pembangunan Daerah

PINRANG

Pemerintah Kabupaten Pinrang Menggelar Shalat Istisqa di Halaman Kantor Bupati Pinrang

Sulsel

Dirjen Keuda Kemendagri Dukung Program Prioritas Makassar, APBD Harus Berdampak Untuk Publik

SOPPENG

Polres Soppeng Matangkan Persiapan Mengikuti Lomba Pocil Tingkat Polda Sulsel

Sulsel

Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan

Sulsel

Munafri: APBD Bukan Sekadar Angka, Harus Beri Dampak Nyata bagi Masyarakat

Sulsel

Peringati Hari Anak Nasional 2026, DPD PERADI Profesional Sulsel Tegaskan Komitmen Lindungi Hak Anak

Makassar

Kejurnas Malang Championship VI, IPSI Makassar Fokus Rebut Gelar Juara