Home / Cerpen

Minggu, 9 Januari 2022 - 09:21 WIB

SENJA di BATAS KOTA

Ilustrasi: Senja di Batas Kota. (hcb)

Ilustrasi: Senja di Batas Kota. (hcb)

Cerpen Hendry Ch Bangun

MEDIASINERGI. CO — Bagi orang tua sepertinya, lirik-lirik lagu lama kadang menimbulkan nostalgia tertentu. Seperti selama ketika dia secara tidak sengaja mendengarkan lagu Senja Di Batas Kota yang dinyanyikan Ernie Djohan, ikon tahun 1970-an yang sering identikkan dengan lagu Teluk Bayur.

Ketika lagu itu hits Budi baru menginjak sekolah menengah pertama di Kemayoran, kawasan yang dulu dikenal karena menjadi pelabuhan udara. Pada masa itu dia kerap bermain-main ke airport bersama temannya, menyaksikan orang naik pesawat, yang masih menjadi kemewahan bagi sebagian besar rakyat.

Penerbangan masih sedikit dan hanya ada satu maskapai, Garuda, dengan rute terbatas. Budi bersyukur karena ayahnya memiliki visi yang bagus, karena ketika mereka ketiban rezeki, dia sekeluarga diberi pengalaman terbang ke Branti, Lampung, dengan pesawat Fokker 27.

Baca Juga:  Siswa SMA 11 Pinrang Berkunjung ke DPRD

Dia dan adik kakaknya memiliki pengalaman terbang, walau kurang dari satu jam. Peristiwa saat dia duduk di SMP itu membekas lama, membuat Budi selalu berdoa agar kelak dapat terbang kemana-mana. Ternyata kesampaian karena dia lalu berprofesi sebagai wartawan.

Batas kota waktu itu masih nyata karena tepi jalan masih banyak tanaman. Ketika kendaraan berangkat dari suatu kota, maka akan ada saat dimana di kiri-kanan jalan hanya ada kehijauan tanaman, pepohonan yang menandakan kita masih di antara dua kota. Baru ketika mulai ada satu dua rumah, kita mengetahui sebentar lagi kita akan memasuki suatu kota.

Ketika tamasya bersama teman sekolah ke kaki Gunung Salak via Parung, dari sekolahnya di Kemayoran, bus berhenti di sebuah rumah makan di Ciputat, untuk sekedar rehat dan minum. Geli dia membayangkan karena saat ini rumahnya di kawasan itu, dan sudah menyatu dengan Jakarta meski secara administratif. Dulu itulah semacam batas kota.

Baca Juga:  Tekan Penyebaran Covid 19, Polsek Sajoanging Turun Bagikan Masker Gratis ke Warga

Kalau dia liburan ke Yogya ke rumah teman, bis yang ditumpangi Budi akan berhenti di Sukamandi wilayah Karawang. Itu adalah tempat istirahat supir bis malam setelah berangkat dari terminal Pulogadung. Setelah ada jalan tol, nama itu pasti asing bagi mereka yang pergi ke Jawa Tengah atau Timur, seperti juga kawasan Alas Roban yang jalannya berkelok-kelok dan memberikan kesan mistis.

Share :

Baca Juga

Cerpen

KISAH SEBUAH KOTA