Pada kesempatan tersebut, Akbar yang menjadi pendiri KUN mengisahkan perjalanan komunitasnya, berawal dari sebuah ide kecil yang diaplikasikan bersama dengan rekan-rekan yang se visi dengannya.
Awalnya bahkan memasang celengan di jalan keluar kampusnya, menyisihkan penghasilannya, lalu mengumpulkan dan membelikan sandal jepit kemudian dibagi kepada masjid mushallah yang membutuhkan.
Seiring dengan perkembangan anggota komunitas dan dengan mata kepala, bagaimana anak-anak yang ada di pelosok dengan perlengkapan seadanya, melakukan proses belajar mengajar, membantu para guru yang ada di sebuah daerah terpencil, sehingga melahirkan ide membantu perlengkapan sekolah anak didik, baik berupa tas maupun bahan bacaan untuk mereka.
Sementara itu, sebagai bentuk apresiasi dari pengabdian relawan bagi anggota komunitas yang bertugas di pesisir dan pulau pulau terluar Kota Makassar.
Perintis Tagana Sulsel menyerahkan lima buah pelampung yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan inventaris di daerah dimana para relawan bertugas.
Pelaksanaan acara berlangsung semarak, diawali dengan penampilan tari-tarian, pembacaan doa, penyerahan sertifikat kepada kedua pembicara, diakhiri foto bersama dan tetap memerhatikan prokes. (syakh)
Editor: Ismail Asnawi
















