Lalu BNI Syariah Rp1,96 miliar atau 0,18%, Bank BRI Syariah Rp1,38 miliar atau 0,13%, Bank Sinarmas Rp350,00 juta atau 0,03%. Kemudian Bank BRI AGRO Rp100 juta atau 0,01%.
Rintok Juhirman menilai, semakin banyak pelaku UMKM yang memanfatkan KUR sebagai salah satu sumber pembiayaan yang murah. Hal tersebut disebabkan KUR mendapatkan subsidi bunga dari Pemerintah. Terlebih dalam masa pandemi Covid-19 saat ini, bukti nyata pemerintah hadir membantu UMKM bangkit.
“Potensi UMKM yang bisa akses KUR masih banyak. Kita berharap agar sinergi Pemda dengan Bank penyalur terus ditingkatkan untuk menggerakkan ekonomi di Wajo,” harapnya.
Sementara, Kepala Bidang Pengembangan UMKM Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Wajo, Andi Rahmayanti menyampaikan, pihaknya akan terus mendorong pengembangan usaha mikro kecil dan menengah dengan pemanfaatan KUR.
“Kita bersyukur dengan terjadinya peningkatan realisasi KUR ini, tentu mengindikasikan bahwa semakin berkembangnya usaha rakyat atau UMKM di Wajo. Artinya, upaya pemerintah daerah untuk pemulihan ekonomi Dimasa pandemi ini tidak sia2 dan salah satu pendongkrak pembangunan ekonomi bangsa adalah UMKM,” bebernya.
Diapun berharap agar masyarakat tidak takut untuk memulai berusaha. “Salah satu untuk mendukung usaha adalah dengan permodalan melalui KUR yang sebagian bunganya disubsidi oleh pemerintah. Yang penting kita terus menerapkan etos Kerja yaitu kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas seperti yang selalu disampaikan Bapak Bupati,” pungkasnya. (Syaf)
Editor: Manaf Rachman
















