Home / Sulsel

Senin, 17 Januari 2022 - 09:02 WIB

Catatan Tertinggal Safari Jurnalistik PWI Kabupaten Wajo

Pengurus PWI Wajo saat safari Jurnalis Di Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo.

Pengurus PWI Wajo saat safari Jurnalis Di Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo.

Masih menurut Mantan Sekcam Sajoanging ini, pihaknya sangat terbuka dalam menerima kehadiran wartawan di daerahnya. Harapannya, kehadiran teman-teman Wartawan bisa menjadi sharing partner sekaligus menjadi sosial kontrol dalam menjalankan roda pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di Bumi Tosagenae ini.

Lagi dan lagi, pada sesi tanya jawab terungkap bahwa hadirnya oknum-oknum yang berpraktek seolah-olah Wartawan Profesional menjadi keluhan bagi Kelurahan, Kepala Desa dan Kepala Sekolah.

“Kami kerap didatangi oleh oknum-oknum yang mengaku Wartawan, banyak hal yang ditanyakan bahkan terkadang mengungkit-ungkit sesuatu yang tidak terkait dengan tugas wartawan, lalu ujung-ujungnya meminta uang saat mau pulang, ” Kata Seorang Kepala Desa

Masih menurut Kepala Desa yang baru sekitar enam bulan menjabat ini, kondisi tersebut membuatnya bertanya seperti inikah tugas dan pekerjaan Wartawan ???

Terhadap kondisi ini, Ketua PWI kabupaten Wajo menekankan agar tidak membiasakan diri untuk memberi sesuatu kepada Wartawan.

“Coba-coba untuk membiaskan diri untuk tidak memberi sesuatu kepada Wartawan ketika itu terkait dengan pemberitaan, ” tegasnya.

Menurutnya menjamurnya oknum-oknum seperti itu ibaratnya “Gayung Bersambut” mereka selalu datang karena kita juga selalu memberi.

Sesi lain kegiatan Safari Jurnalistik ini di kecamatan Belawa Kabupaten Wajo diakhiri penyerahan bantuan dana dari Pengurus PWI Kabupaten Wajo kepada salah satu Rumah Tanfiz Qur’an di Desa Lautang, Kecamatan Belawa.

Baca Juga:  Rutan Enrekang Gelar Pelatihan FMD, Tingkatkan Fisik, Mental dan Disiplin Pegawai

Keluhan yang sama kami dapatkan pada hari kedua dan ketiga Safari Jurnalistik PWI Kabupaten Wajo di kecamatan Sabbangparu, Pammana dan kecamatan Penrang dan Keera.

Hampir semua Mitra Kerja mengeluhkan mengeluhkan hadirnya komunitas “Wartawan Bodreks” yang kerap membuat puyeng Kepala Desa dan Kepala Sekolah.

Kami sebut dengan sebutan komunitas karena mereka bekerja secara berkelompok dan silih berganti. Bahkan kata seorang Kepala Sekolah di Sabbangparu mereka seakan-akan tahu kapan waktunya harus datang.

“Ya, mereka sepertinya sudah tahu jadwal pencairan dana BOS, kemudian datang menanyakan berbagai hal, bahkan terkadang mereka juga meminta laporan pertanggung jawaban dana BOS, ” ujar Kepala Sekolah tadi.

Yang menarik, cerita seorang Kepala Desa, menurutnya, suatu waktu ia didatangi sekelompok Wartawan dengan mengendarai mobil, saat itu ia harus keluar karena suatu urusan shingga ia tidak sempat untuk melayani Wartawan tadi.

Lanjut Kepala Desa tadi, saat pulang sore harinya ia terkejut karena melihat wartawan yang mendatanginya tadi pagi ternyata masih ada di kolong rumahnya, bahkan katanya sempat tidur disitu.

Baca Juga:  PT Indomarco Prismatama-Pemkab Sinjai Gelar Pelatihan Kewirausahaan Mandiri

Andi Wana Nganro, Camat Sabbangparu pun bertanya adakah trik khusus untuk membedakan Wartawan Profesional dengan Wartawan Abal-abal ??

Terhadap kondisi ini, Ketua PWI kabupaten Wajo, H.Rukman Nawawi merasa sangat prihatin.

“Jika dibaratkan dengan penyakit, kondisi ini sudah menjadi penyakit kronis. Diana-mana keluhannya sama, ” ujarnya.

Untuk.mengenali atau membedakan Wartawan Profesional dengan Wartawan Abal-abal Ketua PWI pun berbagi trik.

Menurutnya, untuk mengenali Wartawan Profesional dengan Wartawan Abal-anal maka yang pertama harus dilihat adalah karya jurnalisnya. Wartawan Profesional dengan gampang bisa menunjukkan karya jurnalistiknya, berbeda dengan Wartawan Abal-abal tentu akan kesulitan untuk menunjukkan karya jurnalistiknya, bahkan terkadang hanya mampu menunjukkan koran atau.majalah yang sudah kadaluwarsa.

“Ciri Fisik yang bisa membedakan Wartawan Profesional dengan Wartawan Abal-abal adalah Wartawan Profesional setidaknya mengantongi tiga jenis kartu, yakni kartu lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW), Kartu Identitas dari Organisasi Kewartawanan yang menaunginya semisal PWI, AJI, IJTV, dan yang terakhir Wartawan Profesional wajib mengantongi kartu dari media tempatnya bekerja, ” Pungkas H.Rukman (***)

Share :

Baca Juga

PINRANG

Wabup Sudirman Menyampaikan, Apresiasi Terhadap Peran Aktif DPRD Pinrang Dalam Menyerap Dan Menyampaikan Berbagai Aspirasi Masyarakat

Sulsel

Wajah Baru TPA Tamangapa Mulai Terlihat, Munafri: Pembenahan Ramah Lingkungan

Sulsel

Rakor Persiapan Kunker Presiden Prabowo, Munafri Pastikan Makassar Siap Dukung Sekolah Rakyat

Sulsel

Ray Suryadi Soroti Ancaman Kekeringan, Pemkot Makassar Diminta Hitung Kebutuhan Air Warga

Sulsel

Bupati Wajo Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Tegaskan Penguatan PAD dan Pembenahan Wajo Energi Jaya

Sulsel

Antrean BBM Mulai Longgar, Disdik Makassar Kembalikan Siswa TK-SMP ke Sekolah Mulai Besok

Sulsel

Kekeringan Meluas, BPBD Makassar Kerahkan 25 Armada Salurkan Air ke 26888 Kepala Keluarga

Sulsel

Teguhkan Langkah Membangun Teknorasi Sains Perikanan, Ukhy Sukirman Lanjut Profesi Insinyur Unhas Perkuat Potensi Daerah