Atal juga menyatakan salut kepada teman-teman alumni Harian Pedoman Rakyat Makassar, yang penuh semangat untuk kembali menghidupkan nama besar koran Pedoman Rakyat yang punya sejarah, meskipun dalam versi online.
Menurut dia, Pedoman Rakyat merupakan koran perjuangan yang sangat dikenal pada masa era tahun 80-an dan selalu mengirimkan wartawannya untuk meliput event terkenal seperti Asian Games dan Sea Games, sehingga jika ada upaya untuk kembali menghidupkan nama Pedoman Rakyat itu patut dihargai meski dalam bentuk media online.
Perbincangan dengan Ketum PWI berlangsung secara kekeluargaan hingga dini hari di Hotel Claro bersama dua orang wartawan alumni Harian Pedoman Rakyat Makassar yakni H. Manaf Rachman dan H.Rukman Nawawi, yang juga disaksikan H.Zulkifli Gani Ottoh.(manaf)
Editor: Ismail Asnawi
















